Dugaan “Penguapan” Anggaran MBG di Terang Bulan: Operasional Mandek Dua Minggu, Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan!

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:45 WIB

50550 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABURA – Nasionaldetik.net

Program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk memperkuat kualitas SDM bangsa, kini didera isu miring di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura 23 Januari 2026).

Penyaluran makanan bagi sekitar 2.800 siswa di Desa Terang Bulan diduga terhenti total selama hampir dua pekan saat kalender pendidikan sedang aktif.

​Keresahan warga memuncak saat melihat dapur umum MBG tampak vakum tanpa aktivitas. Padahal, para siswa sangat menantikan asupan gizi tersebut sebagai hak dasar mereka. Berhentinya distribusi secara sepihak ini memicu spekulasi liar mengenai nasib alokasi dana yang seharusnya dikucurkan untuk ribuan porsi makanan tersebut.
​Jika dikalkulasikan secara kasar, apabila satu porsi dialokasikan sebesar Rp10.000, maka dalam sepuluh hari kerja untuk 2.800 siswa, terdapat perputaran uang sebesar Rp280 Juta yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

​Ketidaksinkronan informasi antara pengelola lapangan dan pihak sekolah semakin memperkuat aroma penyimpangan.

Pengelola Inisial M Saat dikonfirmasi, Akuntan MBG Terang Bulan berinisial M mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah absen selama jam sekolah. Ia berkilah bahwa administrasi absen tetap aktif dan distribusi hanya libur jika ada pemberitahuan dari sekolah.
Pernyataan M dibantah keras oleh salah satu Kepala Sekolah terdampak. Kepada media, ia memberikan kesaksian bahwa MBG memang tidak masuk selama hampir dua minggu setelah libur panjang, meskipun siswa sudah aktif belajar.

​”Benar, hampir 2 minggu itu tidak masuk. Kami sempat konfirmasi ke Dinas Pendidikan. Pihak MBG juga datang memberi tahu, memang bukan BGN pusat yang bermasalah, tapi ada masalah internal di tingkat mereka,” ungkap sang Kepsek yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN), penyaluran MBG bersifat kontinu dan wajib dilakukan setiap hari efektif sekolah. Penghentian sepihak tanpa status darurat merupakan bentuk wanprestasi dan pelanggaran kontrak yang serius.

​Absennya distribusi selama belasan hari dengan status administrasi yang diklaim “aktif” oleh pengelola menimbulkan kecurigaan adanya manipulasi data laporan untuk mencairkan anggaran tanpa adanya realisasi fisik di lapangan (dugaan penguapan anggaran).

​Publik kini mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap aliran dana MBG di Desa Terang Bulan.

​Jangan sampai program mulia yang menjadi garda terdepan pencegahan stunting ini justru dijadikan “ajang bancakan” oleh oknum pemborong lokal yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat meminta transparansi: Ke mana perginya uang ratusan juta rupiah milik anak-anak sekolah tersebut?

(SahrijalNaibaho)

Berita Terkait

Membongkar Borok Proyek Jembatan Sei Juragan: Oknum Dewan Terlibat Teknis Pengawasan Lapangan
Misteri “Simsalabim” Dapur SPPG Tanjung Pasir: Hanya Tutup 2 Hari Kembali Beroperasi, Limbah Hantui Warga
PTPN Labuhan Haji Disorot: Potret Kemiskinan Ekstrem di Lingkaran BUMN dan Dugaan Maladministrasi Dana Desa
Ironi Jembatan Sei Juragan: Alibi ‘Pengawas’ Anggota Dewan di Tengah Proyek Retak dan Tudingan KKN
Inspektorat Labura Didesak Audit Ulang Desa Halimbe: Proyek Digitalisasi Mangkrak di Rumah Sekdes, Diduga Ada “Main Mata”
Sesuai Regulasi, Pimpinan Socfindo Halimbe Tegaskan Pemenuhan CSR dan Hak Karyawan
Dusun Kongsi Enam Terpungut Narkoba: Sosok “Papi” Diduga Kendalikan Peredaran Sabu di Balik Rumah Makan
Sengkarut Kabel WiFi Ilegal di Tiang PLN Labura: Warga Desak Penertiban Massal

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:14 WIB

Danrem 051/Wkt Pimpin Sertijab Dua Dandim di Depok

Jumat, 10 April 2026 - 10:51 WIB

Ketua Pemuda Tangsel Bersatu Aprilyandi, Serukan Anti Anarkis Pelajar dan Gen Z Jaga Kebersamaan

Jumat, 10 April 2026 - 10:31 WIB

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:50 WIB

Patroli KRYD Polsek Karawaci di Kencarkan,Kejahatan Jalan dan Rumsong Jadi Sasaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:16 WIB

Relawan Jurpala & Kosmi Konsisten Bantu Pemudik

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:13 WIB

DPW IWO -I Banten Bangun Konsolidasi bersama DPD IWO-I Pandeglang Perkuat Solidaritas Antar Pengurus

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:58 WIB

Jawara Mudik 2026: BKKBN Banten Hadirkan Layanan untuk Pemudik

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:12 WIB

Pasca Lebaran Kejari Kabupaten Tangerang Akan Digedor Massa: Kasus PNKR yang Menggantung Memicu Gelombang Tekanan Publik

Berita Terbaru