LABURA – Nasionaldetik.com
Menanggapi pemberitaan yang sempat viral di media sosial terkait isu kemiskinan ekstrem di wilayah Perkebunan Halimbe, Pimpinan Pengurus PT Socfindo, IR, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi resmi pada Minggu (08/03/2026).
Dalam keterangannya, IR menegaskan bahwa kondisi di lingkungan perusahaan tidak masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Ia menyatakan bahwa pihak perusahaan telah menjalankan seluruh kewajiban sesuai dengan aturan ketenagakerjaan dan regulasi yang berlaku.
”Terkait isu kemiskinan, secara jujur tidak ada kategori ekstrem di sini. Kami telah menjalankan hak dan kewajiban selaku pemberi kerja. Hingga saat ini, program CSR (Corporate Social Responsibility) serta kebutuhan kesejahteraan karyawan sudah kami penuhi. Hal ini bahkan telah melalui proses verifikasi dan pemeriksaan berkala oleh pimpinan tertinggi kami,” tegas IR.
Lebih lanjut, IR menjelaskan bahwa operasional perusahaan memiliki koridor yang berbeda dengan tata kelola pemerintahan desa, khususnya mengenai penyaluran Dana Desa. Menurutnya, mekanisme tersebut sepenuhnya merupakan ranah Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
”Kami tidak masuk dalam mekanisme penyaluran Dana Desa karena itu bukan bagian dari prioritas operasional kami. Itu adalah domain Pemerintah Kabupaten yang dipantau langsung oleh Kemendes, Kabag Hukum, PMD, hingga Inspektorat. Itu adalah hak prerogatif pihak Pemkab Labura,” tambahnya.
Senada dengan pihak perusahaan, Kepala Desa Halimbe juga memberikan klarifikasi tegas melalui pesan singkat WhatsApp. Ia menyatakan bahwa pengelolaan anggaran desa telah melalui tahapan verifikasi yang ketat oleh instansi terkait.
”Tidak ada kaitannya perusahaan (PT Socfindo) dengan pengelolaan tersebut. Semuanya sudah lolos verifikasi oleh Kabag Hukum dan Inspektorat. Jadi, ini murni urusan tata kelola desa, bukan pihak Socfindo,” ujar
Saat ini, sorotan publik tertuju pada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pihak desa serta pengawasan dari instansi terkait. Warga berharap penyaluran Dana Desa di Halimbe ke depannya dapat berjalan lebih transparan dan “terang benderang”, sehingga bantuan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan sesuai sasaran.
S.Rijal.Naibaho.





































