Soroti Prediksi Pelemahan Rupiah, MAUNG Desak Stabilisasi Nilai Tukar dan Pengawasan Harga Barang Ketat

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:43 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Nasional detik.com –10 JUNI 2026

Prediksi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp19.000 per Dolar AS pada akhir Juni 2026 yang disampaikan pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, menjadi sorotan tajam Dewan Pembina Lembaga Swadaya Masyarakat Monitor Aparatur untuk Negara dan Golongan (LSM MAUNG). Menurut pengamat, tekanan terhadap rupiah bersumber dari memanasnya ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, serta potensi kebijakan suku bunga tinggi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diperkirakan akan dipertahankan bahkan dinaikkan pada kuartal mendatang .

Merespons kondisi tersebut, Dewan Pembina LSM MAUNG, Syarif Achmad, menegaskan bahwa pelemahan rupiah tidak sekadar persoalan angka ekonomi, melainkan berdampak langsung dan menyakitkan bagi kehidupan masyarakat luas.

“Jika rupiah benar-benar menyentuh level Rp19.000 per Dolar AS, dampaknya pasti terasa di kantong setiap warga. Hampir seluruh kebutuhan pokok, mulai dari beras, gula, minyak goreng, kedelai, gandum, hingga bahan bakar dan obat-obatan harganya akan ikut melonjak. Hal ini terjadi karena sebagian besar kebutuhan kita masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga biayanya otomatis menjadi mahal ketika rupiah melemah ,” tegas Syarif Achmad, Rabu(10/6/2026).

Dampak yang Ditimbulkan: Daya Beli Masyarakat Tergerus

Syarif Achmad menjelaskan, dampak utama yang paling terasa adalah menurunnya daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Uang yang dimiliki menjadi nilainya lebih kecil dan tidak cukup untuk membeli barang dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya .

“Masyarakat dipaksa berhemat lebih ketat, sementara pengeluaran justru bertambah. Ini juga memicu risiko inflasi yang tinggi, di mana harga barang terus naik namun pendapatan masyarakat cenderung stagnan. Jika dibiarkan, kesenjangan ekonomi akan semakin melebar dan beban hidup rakyat semakin berat,” tambahnya.

Selain itu, pelemahan ini juga memicu kecenderungan masyarakat beralih menyimpan dana dalam bentuk Dolar AS sebagai bentuk perlindungan nilai aset, yang justru dapat memperparah tekanan terhadap rupiah jika tidak dikelola dengan bijak .

Solusi yang Harus Ditempuh Pemerintah dan Seluruh Pihak

Melihat dampak yang cukup serius tersebut, Syarif Achmad mendesak pemerintah melalui Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah strategis dan komprehensif, bukan hanya bersifat reaktif. Beberapa solusi mendesak yang disarankan LSM MAUNG:

1. Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Produksi Dalam Negeri

Ini adalah solusi jangka panjang paling mendasar. Pemerintah harus serius mendorong swasembada pangan dan energi agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi drastis. Semakin sedikit kita bergantung pada luar negeri, semakin kebal nilai tukar rupiah terhadap gejolak global .

2. Stabilisasi Nilai Tukar Secara Terukur

Bank Indonesia harus mengoptimalkan instrumen moneter yang dimiliki, melakukan intervensi pasar secara tepat, serta menjaga kecukupan cadangan devisa untuk menahan laju pelemahan rupiah agar tidak terlalu tajam dan merusak perekonomian .

3. Pengawasan Harga dan Distribusi Barang

Pemerintah daerah dan pusat harus aktif mengawasi rantai pasokan dan harga barang di pasar agar tidak terjadi penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar oleh oknum yang memanfaatkan situasi.

4. Edukasi dan Penguatan Literasi Keuangan

Masyarakat perlu didorong lebih mencintai produk lokal dan memahami cara mengelola keuangan yang baik agar tidak terjebak spekulasi mata uang yang justru merugikan ekonomi nasional .

“LSM MAUNG mengingatkan, kekuatan rupiah sesungguhnya tidak hanya ditentukan oleh faktor luar, tetapi juga seberapa kuat fondasi ekonomi dalam negeri. Jangan biarkan gejolak luar negeri membuat rakyat menderita akibat harga barang yang melambung tinggi. Pemerintah harus hadir melindungi daya beli masyarakat,” pungkas Pembina DPP MAUNG

Lembaga ini berjanji akan terus memantau perkembangan nilai tukar dan pergerakan harga barang kebutuhan pokok, serta mengawal agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.

 

Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM MAUNG

Ket Foto : Ilustrasi (Ist)

Berita Terkait

Ambil Sumpah/Janji 1.322 PNS Baru, Wamen Ossy: Awal Mulainya Tanggung Jawab ASN
PNIB : Kaji Ulang Kenaikan BBM, Usut Tuntas Dalang Korupsi MBG yang Rugikan Rakyat dan Stabilkan Rupiah Harga Mati!
Dr.H.Tjokorda Masuk Bursa Calon Kandidat Jaksa Agung
Jaga Jakarta On The Spot, Polisi Jemput Aspirasi dan Perkuat Sinergi dengan Warga
Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia
Marak Dugaan Korupsi Terbongkar, DPN RAJAWALI Serukan Penegakan Hukum Lebih Tegas dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
Kemayoran Dijaga Ketat, Polisi Sapu Bersih Potensi Kejahatan
Pelatihan Bersama Antara Prajurit TNI AU Dengan Personel US Air Force

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:29 WIB

Korban Letupan Hidrolik di Ruang Mesin Kmp Aceh Hebat 2 Telah Tertangani, Pelayaran Ulee Lheue-Balohan Tetap Berjalan Normal

Senin, 1 Juni 2026 - 07:47 WIB

Bunda Illiza, Tunjukkan Mental Harimaumu untuk Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh

Selasa, 19 Mei 2026 - 03:57 WIB

Suryadi Djamil Apresiasi Pencabutan Pergub JKA, Desak Evaluasi Pejabat Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:08 WIB

Suryadi Djamil Desak Gubernur Aceh Segera Jumpai Massa Aksi ARA Demi Aceh Metuah

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:26 WIB

Negeri Syuhada: Ketika Hukum Diinjak, Alam Menjadi Saksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:37 WIB

PT GLEH Resmi Diluncurkan, Komitmen Jaga Lingkungan dan Kelola Limbah Medis di Aceh

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:15 WIB

Putra Aceh Pemersatu! Kapolda Marzuki Rangkul Mualem, Sekda dan Ketua DPRA di Momen Haru Pelepasan Haji

Rabu, 29 April 2026 - 12:43 WIB

Yahdi Hasan Turun ke Kemenag, Desak Rehabilitasi Pesantren Rusak di Aceh Segera Dieksekusi

Berita Terbaru

NASIONAL

MTQH ke-XVI Kota Tasikmalaya resmi di buka Walikota

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:52 WIB