Pakpak Bharat, Nasionaldetik.com
– Wujud dukungan terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat desa terus dilakukan Pemerintah Desa Cikaok, Kecamatan STTU Julu, Kabupaten Pakpak Bharat. Salah satunya melalui penyaluran bantuan kapur pertanian (dolomit) kepada 180 kepala keluarga (KK) petani yang dilaksanakan di Kantor Desa Cikaok, Jumat (12/6/2026), dengan pendampingan dari Babinsa Koramil 07/Salak Kodim 0206/Dairi, Serda Julianto Manik.
Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima mendapatkan satu zak kapur pertanian (dolomit) seberat 50 kilogram. Bantuan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 itu diberikan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah pertanian sehingga dapat menunjang produktivitas hasil panen para petani di Desa Cikaok.
Penyaluran bantuan turut dihadiri Kepala Desa Cikaok Ernatus Berutu, Ketua BPD, Babinsa Serda Julianto Manik, Pendamping Desa Ibu Leri Kabeakan, perangkat desa, serta ratusan warga penerima bantuan. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah desa dan aparat kewilayahan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cikaok Ernatus Berutu mengatakan bahwa bantuan kapur pertanian tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah desa kepada para petani yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa program tersebut dianggarkan melalui Dana Desa Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas lahan pertanian dan mendukung peningkatan hasil produksi warga.
Sementara itu, Babinsa Serda Julianto Manik mengajak para petani untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya demi meningkatkan hasil pertanian. Terpisah, Danramil 07/Salak Kapten Inf A. F. Sagala menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa akan terus mendukung program-program pembangunan desa yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pendampingan terhadap kegiatan pertanian merupakan bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat di wilayah binaan.
(Nur Kennan Tarigan)
Sumber: Prajurit Pena





































