Nasionaldetik.com,— 11 Juni 2026 Di balik ketangguhan Satuan Bravo 90 Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, terdapat banyak kisah menarik tentang para prajurit terbaik bangsa. Salah satunya adalah Mayor Sus Hendra Kho, seorang perwira TNI AU keturunan Tionghoa yang berhasil menunjukkan kualitas prajurit Indonesia di hadapan tentara Amerika Serikat.
Sat 90 Bravo sendiri merupakan satuan antiteror elite milik TNI AU yang berada di bawah Korps Paskhas. Meski menjadi satuan khusus termuda di lingkungan TNI, kemampuan para personelnya disejajarkan dengan Detasemen 81/Gultor Kopassus TNI AD dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL.
Mayor Hendra Kho merupakan putra daerah asal Jambi yang meniti karier militer melalui jalur Perwira Karier (Pa PK) TNI AU tahun 2007. Berkat prestasi dan kemampuannya, ia mendapat kesempatan mengikuti pendidikan militer di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat, pada tahun 2014.
Selama menjalani pendidikan di Negeri Paman Sam, Hendra memperoleh banyak pengalaman berharga. Salah satu yang paling membekas adalah ketika ia mengikuti sebuah tantangan yang melibatkan anggota Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force).
Momen tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah video berdurasi 52 detik yang diunggah melalui media sosial pribadinya pada Desember 2020. Dalam video itu, Hendra tampak berdiri di tengah lebih dari sepuluh personel militer Amerika Serikat.
Sekilas, situasi tersebut terlihat menegangkan. Beberapa tentara AS berdiri mengelilinginya, sementara dua orang lainnya memegang kedua lengannya. Namun ternyata, mereka bukan hendak mengeroyok, melainkan bersiap mengamankan tubuh Hendra agar tidak terjatuh saat menerima sengatan listrik dari sebuah taser gun atau senjata kejut listrik.
Beberapa saat kemudian, seorang anggota militer AS melepaskan tembakan taser dari arah belakang. Sengatan listrik itu langsung mengenai tubuh Hendra.
“Oh my God!” teriak Hendra spontan ketika sengatan listrik mengenai tubuhnya. Tubuhnya perlahan jatuh ke depan dan menyentuh tanah.
Namun kejadian selanjutnya justru membuat para tentara Amerika Serikat tercengang.
Hanya dalam hitungan detik setelah menerima sengatan listrik, Hendra langsung bangkit berdiri. Tidak terlihat raut kesakitan yang berlebihan ataupun tanda-tanda kehilangan kendali. Dengan tenang ia kembali berdiri, tersenyum, lalu menyalami para tentara AS yang berada di sekelilingnya.
Reaksi cepat dan ketangguhan fisik yang diperlihatkan perwira Sat 90 Bravo itu membuat para anggota US Air Force memberikan apresiasi dan rasa hormat. Mereka mengaku kagum terhadap daya tahan, mental, serta kemampuan yang dimiliki prajurit Indonesia tersebut.
Kisah Mayor Sus Hendra Kho menjadi salah satu gambaran kualitas prajurit Sat 90 Bravo Paskhas TNI AU. Tidak hanya terlatih dalam operasi khusus dan penanggulangan teror, para personelnya juga ditempa dengan disiplin, ketahanan fisik, dan mental baja yang mampu bersaing dengan satuan-satuan elite dunia.
Peristiwa itu sekaligus menjadi bukti bahwa prajurit Indonesia mampu menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan kemampuan terbaiknya di forum internasional. Sebuah kebanggaan bagi TNI AU, Paskhas, dan Indonesia.Hashtag
Sumber : wahannews.co
#Sat90Bravo
#PaskhasTNIAU
#HendraKho
#PrajuritEliteIndonesia
#TNIAU
#Bravo90
#KebanggaanIndonesia
Tim Redaksi





































