LABURA –Nasionaldetik.Net
Kabar miring menerpa Kantor Departemen Agama (Kandepag) Labuhanbatu Utara. Alih-alih memberikan kemudahan bagi tamu Allah, oknum pegawai berinisial I diduga memanfaatkan momentum keberangkatan haji dan umrah untuk meraup keuntungan pribadi melalui penggelembungan biaya pengurusan paspor(Labura 01 Januari 2026)
Berdasarkan investigasi di lapangan, modus yang dilakukan adalah dengan mematok tarif paspor jauh di atas ketentuan negara. Sementara harga resmi paspor biasa hanya berkisar di angka ratusan ribu rupiah, oknum ini diduga meminta setoran hingga Rp1.300.000 hingga Rp1.500.000 per jemaah.
Dengan estimasi lebih dari 100 calon jemaah yang terdampak, total selisih dana yang dikumpulkan disinyalir mencapai puluhan juta rupiah. Bukti permintaan uang yang beredar menjadi penguat bahwa transaksi ini dilakukan secara personal, bukan melalui kanal pembayaran resmi negara (PNBP).
Kondisi ini sangat ironis mengingat para jemaah, yang sebagian besar telah menabung bertahun-tahun, berharap mendapatkan bimbingan dan fasilitas yang transparan dari Kandepag. “Kami ingin berangkat dengan hati yang bersih, tapi dipersulit oleh urusan biaya yang tidak masuk akal,” keluh salah satu calon jemaah.
Hingga narasi ini diturunkan, oknum I masih memilih bungkam saat dikonfirmasi, yang justru semakin memperkuat dugaan adanya praktik “permainan” di balik pintu kantor pelayanan tersebut.
(Nur Kennan Tarigan)





































