KUTACANE, ACEH — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kualitas pendidikan di daerah pelosok. Melalui agenda kunjungan kerja dan pertemuan bersama wali murid di SMA Negeri 1 Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, parlemen provinsi memastikan alokasi anggaran pembangunan serta akses beasiswa pendidikan tinggi tersalurkan secara tepat sasaran (Sabtu, 25/72026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Komisi VII DPR Aceh Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, ini menjadi ruang dialog terbuka antara pihak legislatif, pihak sekolah, serta para orang tua siswa. Dalam pertemuan tersebut, dialog ditekankan pada evaluasi mutu pengajaran serta upaya konkret peningkatan sarana prasarana sekolah.

Yahdi Hasan menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam melahirkan generasi emas Aceh yang berdaya saing. Ia mengajak para orang tua dan masyarakat setempat untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi maupun kendala yang dihadapi di lapangan.
”Kalau lah pendidikan ini baik dan bagus, sampaikan kepada orang-orang tua kita. Namun, jika ada kekurangan, sampaikan kepada kami di mana letak kelemahannya. Setelah kami duduk menjadi anggota DPR Aceh, kamiilah perwakilan ibu bapak sekalian di provinsi,” ujar Yahdi di hadapan ratusan wali murid.

Selain memantau kondisi fisik sekolah, Yahdi juga memaparkan realisasi anggaran yang telah masuk dalam rekap Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2027. Sejumlah proyek strategis telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan belajar siswa di SMA Negeri 1 Darul Hasanah, di antaranya proyek penimbunan dan penataan halaman sekolah senilai Rp400 juta, serta pembangunan pagar dan rehabilitasi mushala dengan alokasi dana sekitar Rp300 juta.
Tidak hanya infrastruktur tingkat menengah, perhatian khusus juga diberikan kepada lulusan SMA yang ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi negeri di Banda Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry. Politisi Partai Aceh ini menyatakan pihaknya siap memberikan rekomendasi serta memfasilitasi akses program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Darul Hasanah, Sunadi SKD, menyambut baik sinergi dan perhatian nyata dari pihak legislatif. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pihak sekolah telah menerapkan kurikulum pembentukan karakter yang berfokus pada kemampuan keagamaan praktis bagi seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12.
”Alhamdulillah, program kami mencakup pelatihan baca Al-Qur’an, pelaksanaan salat fardu, pengurusan jenazah, hingga tata cara bersuci atau bertaharah. Kami mohon dukungan penuh dari para pemangku kepentingan agar generasi emas penerus di Kecamatan Darul Hasanah ini dapat sukses di kemudian hari,” tutur Sunadi.
Rangkaian kunjungan kerja ini turut diisi dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah secara simbolis, berupa baju batik khas sekolah dan pakaian olahraga kepada para siswa-siswi. Melalui kolaborasi erat antara sekolah, orang tua, dan wakil rakyat di parlemen, optimisme dunia pendidikan di Aceh Tenggara kian menguat demi melahirkan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berakhlak mulia.
Syafri Selian





































