Nasionaldetik.com,– 10 Juni 2026 Sektor pendidikan di Kabupaten Majalengka kembali dihantam isu miring terkait kesejahteraan tenaga pendidik. Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dilaporkan belum cair selama dua bulan terakhir, yakni untuk alokasi bulan April dan Mei 2026.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis senior yang menilai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menutup mata terhadap nasib para guru yang menjadi ujung tombak moral generasi bangsa.
Terjadi penundaan atau kemacetan pembayaran dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang menjadi hak mutlak para Guru PAI di wilayah Kabupaten Majalengka. Mandeknya pencairan dana ini berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi para guru, terlebih di tengah situasi kebutuhan hidup yang terus meningkat
Seluruh Guru PAI di Kabupaten Majalengka yang telah memenuhi syarat sertifikasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka beserta jajaran strukturalnya yang membidangi ketenagaan dan pembiayaan, selaku pemangku kebijakan daerah.
Aktivis senior bersama elemen masyarakat yang mengawal hak-hak buruh dan tenaga pendidik di Majalengka.
Kasus ini terjadi di bawah naungan yurisdiksi Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Hak TPG para guru tercatat belum dibayarkan secara pasti untuk periode **April dan Mei 2026**. Jika menghitung proses pelaporan absen bulan berjalan, para guru kini praktis menghadapi ketidakpastian yang hampir memasuki bulan ketiga.
Aktivis menuding adanya kelalaian administratif yang sistemik, manajemen birokrasi yang lamban, serta minimnya empati dari pimpinan Dinas Pendidikan Majalengka. Penundaan hak hidup para guru dinilai sebagai bentuk pengabaian nyata terhadap kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa, yang seharusnya menjadi prioritas utama dinas terkait.
Para guru terpaksa bertahan di tengah ketidakpastian finansial tanpa ada kejelasan atau transparansi informasi dari pihak dinas. Merespons situasi miris ini, aktivis senior mendesak Kepala Dinas Pendidikan Majalengka untuk segera mencairkan anggaran TPG tanpa alasan birokrasi yang berbelit-belit. Jika dalam waktu dekat tidak ada realisasi, aktivis mengancam akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk mendesak Penjabat (Pj) Bupati untuk mengevaluasi total kinerja Kepala Dinas Pendidikan yang dianggap gagal.
Di hadapan meja kerjanya, berdiri beberapa Guru PAI berpakaian rapi namun berwajah lesu, memegang kalender yang dilingkari besar-besar pada bulan “APRIL”dan “MEI”yang kosong. Salah satu guru tampak memegang dompet yang kosong melintir.
Balon Kata Pejabat:”Sabar… berkasnya masih diverifikasi, administrasi itu butuh proses!
Balon Kata Guru:”Bapak bisa sabar karena gaji cair tiap bulan, dapur kami sudah dua bulan tidak mengepul!”
“Menuntut Profesionalisme Guru, Menunda Profesionalisme Hak.”
Tim Investigasi Redaksi





































