VIRAL TERBONGKAR! Eks Kepsek Ngaku Dipaksa Minta Maaf di Video Dapodik, Dijanjiin SK Kalau Mau

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:43 WIB

50203 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– Fakta di balik viralnya video klarifikasi Dapodik akhirnya terbongkar. Budi Yansen, eks Plt Kepala SDN 102 Merkeh, mengaku dipaksa meminta maaf di video berdurasi 58 detik itu. Alasannya, ia diiming-imingi SK Plt Kepala Sekolah akan dikeluarkan kalau mau membuat video sesuai arahan oknum Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin.

Tak hanya dipaksa minta maaf, Budi mengaku video itu dibuat karena tekanan dan intimidasi. Merasa kecewa dijadikan kambing hitam, ia kini siap buka-bukaan, termasuk soal dugaan setoran Rp15 juta untuk memuluskan SK.

“Aku kecewa. Aku yang dituduh salah, seolah mikul kesalahan orang lain. Padahal data Dapodik itu bisa dilihat operator kabupaten. Mereka tahu letak salahnya. Tapi di luar pencitraannya baik-baik saja. Aku dak terimo, akan aku bongkar semuanya,” tegas Budi kepada Nasionaldetik.net, Jumat 12 Juni 2026, pukul 15.43 WIB.

Budi menceritakan, polemik bermula saat dirinya dipanggil Kabid Dikdas Disdik Merangin, Tabri, pada Rabu, 10 Juni 2026. Awalnya ia tidak mengangkat telepon. Setelah tiba di rumah dan melihat panggilan tak terjawab, ia menelepon balik.

“Saya bilang besok saja, dak. Tapi dijawab ‘sekarang saja, jangan sore nian’. Akhirnya saya datang pukul 14.00 WIB,” ujarnya.

Di dalam ruangan Tabri, Budi mengaku terjadi keributan. Ia diintimidasi, ditekan, dan diancam. Sebagai iming-iming, ia dijanjikan SK Plt Kepala Sekolah akan dikeluarkan jika bersedia membuat video klarifikasi untuk minta maaf.

“Aku mintak dalam ruang itu, keluarkan hari ini juga SK-nyo, baru ku buat video klarifikasi di dalam ruangan bapak. Tapi dio tidak mau. Jabatan sudah samo dengan mainan dibuatnyo,” ungkap Budi.

Merasa tidak senang, Budi mengaku sudah tidak berminat lagi menjabat kepala sekolah. Ia juga menyinggung video pernyataan Kadis dan Kabid soal kelemahan IT yang menurutnya merupakan sindiran yang mengarah kepada dirinya.

Budi mengaku membuat video minta maaf itu setelah pulang dari Disdik Merangin sekitar pukul 17.00 WIB. Video dibuat di SDN 102 Merkeh dengan meminta bantuan rekan untuk merekam.

Video berdurasi 00.58 detik itu kemudian viral. Dalam video tersebut Budi menyatakan:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat sore semua. Saya Budi Yansen, guru SDN 102 Merkeh, mengklarifikasi tentang pernyataan saya yang baru-baru ini tentang data BCKS sekolah adalah murni suatu kekeliruan, kesalahpahaman di sistem Dapodik sekolah kami, bukan kesalahan dinas Kabupaten Merangin. Oleh karena itu, dengan pernyataan saya yang terlanjur keluar selama ini, saya secara pribadi minta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Sekali lagi saya minta maaf. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Namun, Budi menegaskan permintaan maaf di video itu bukan kehendaknya. “Itu bukan kehendak saya. Saya ditekan. Syaratnya, SK Plt kepsek baru akan keluar kalau saya bikin video itu,” katanya.

Budi menjelaskan, masalah bermula saat ia mengajukan mutasi karena ada guru P3K di sekolahnya yang sudah setahun tidak mendapat jam mengajar. Namun, lantaran data Dapodik berstatus ‘merah’, ia gagal dilantik hingga hak sertifikasinya hilang.

Di tengah polemik itu, Budi mengaku telah menyetor uang Rp15 juta melalui perantara di luar dinas demi memuluskan penerbitan SK. Ia mengklaim mengantongi bukti lengkap aliran dana tersebut.

“Saya yakin Kabid tahu aliran uang itu meski tidak disetor langsung ke kantor. Tiga kali saya jadi kepsek di era Pak Bustari, Nasution, dan Henizor, tidak pernah ada biaya. Baru kali keempat ini dipaksa bayar Rp15 juta. Ini memilukan,” tegasnya.

Dikonfirmasi Nasionaldetik.net, Kabid Dikdas Disdik Merangin, Tabri, membantah keras seluruh tuduhan Budi Yansen.

“Itu fitnah. Saya tidak pernah panggil beliau,” kata Tabri melalui pesan WhatsApp, Jumat 12 Juni 2026, pukul 12.44 WIB.

Terpisah, Kepala Disdik Merangin, Misrinadi, juga membantah mengenal Budi Yansen.

“Saya dak kenal beliau tu,” tulis Misrinadi melalui pesan WhatsApp kepada Nasionaldetik.net, Jumat 12 Juni 2026, pukul 13.24 WIB.

Sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi Nasionaldetik.net memberi ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini.

Reporter: Gondo Irawan

Berita Terkait

Jumat Berkah PLN UP3 Serpong: Menyalakan Harapan, Menebar Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Kampung Babakan
PRIMA SUARA KECAM KERAS INTIMIDASI WARTAWAN: TIM REDAKSI PRIMA DESAK APH TANGKAP OKNUM KADES PREMAN DI MALANG
MTQH ke-XVI Kota Tasikmalaya resmi di buka Walikota
KECAM KERAS INTIMIDASI WARTAWAN: DPD AWI JATIM DESAK APH TANGKAP OKNUM KADES PREMAN DI MALANG ATAU DIHADAPI AKSI MASSA!
Kepala UPTD PPA Merangin Zurmahety Sulit Dikonfirmasi Kasus Pencabulan Anak, Berbulan-bulan Janji “Nanti Dihubungi”
Danrem 083/Bdj Dampingi KSP RI Tinjau Program Strategis Nasional di Malang, Perkuat Sinergi Pembangunan untuk Masyarakat
Kasdim Jimmy Barus Pimpin Tradisi Pindah Satuan Delapan Personel Kodim 0206/Dairi
Sentuh Langsung Warga Rentan, Babinsa Koptu Herman Dampingi Penyaluran BLT-DD di Desa Soban

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bertindak, Seorang Pemilik Sabu Diamankan di Lawe Alas

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kirana Zahra Wibowo Harumkan Nama SMPN 4 Tulungagung, Raih Dua Gelar di Kejuaraan Tenis Piala Walikota Surabaya 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:06 WIB

Penuh Haru dan Kekeluargaan, Kanwil Ditjenpas Sumut Lepas Yudi Suseno Menuju Amanah Baru di Jawa Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:40 WIB

Aksi APMP Jatim Menggema di Kejari Surabaya, Acek Kusuma Tagih Hasil Pemeriksaan Dugaan Korupsi RSUD Dr. Soetomo

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:03 WIB

Lapas Kelas IIB muara Bulian, Razia Rutin , Petugas Sita Alat Cukur, Sendok Dan Sejenis Botol

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:30 WIB

Job Fair 2026 Dibuka, Pemkab Tulungagung Dorong Serapan Tenaga Kerja dan Kurangi Pengangguran

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:49 WIB

Plt Bupati Tulungagung dan Dandim 0807 Resmikan Jembatan Garuda, Simbol Nyata Sinergi Membangun Desa

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:53 WIB

Lapas Sibolga Gandeng Dinas Kesehatan Kota Sibolga Gelar Penyuluhan Hanta Virus dan Skrining Kesehatan Warga Binaan

Berita Terbaru

NASIONAL

MTQH ke-XVI Kota Tasikmalaya resmi di buka Walikota

Sabtu, 13 Jun 2026 - 01:52 WIB