PNIB : Ramadhan Ajarkan Persatuan dan Lahirkan Kemerdekaan, Jangan Nodai Ramadhan Dengan Intoleransi Khilafah Terorisme

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:58 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.net,—  20 Februari 2026
Ramadhan pada hakikatnya menjadi bulan menahan hawa nafsu melalui ibadah puasa. Umat Islam di seluruh Nusantara menyikapinya dengan berbagai tradisi yang meskipun berbeda-beda namun tujuannya sama, yaitu memohon keberkahan Allah SWT di Ramadhan bulan penuh hikmah dan ampunan.

“Umat Islam mendapat keistimewaan selama satu bulan untuk mensucikan lahir dan batin melalui ibadah puasa Ramadhan. Bulan istimewa ini sudah seharusnya dimanfaatkan umat muslim untuk menahan diri dari berbagai agenda unfaedah. Hentikan dulu propaganda khilafah dan radikalisme di medsos. Stop provokasi negara khilafah dari mimbar ke mimbar. Semua demi menghormati bulan suci Ramadhan jika kita merasa umat Islam” jelas AR Waluyo Wasis Nugoho (Gus Wal) Ketua Umum PNIB saat diwawancarai awak media.

PNIB sebagai ormas kebhinekaan anti intoleransi, radikalisme dan terorisme masih menganggap perjuangan melawan faham khilafah dan wahabi tidak boleh berhenti meskipun memasuki bulan Ramadhan. Gus Wal masih menemukan provokasi intoleransi, khilafah dan teroriame justru makin marak di tengah tengah masyarakat serta di medsos dan game online pada bulan Ramadhan.

“Seperti tahun tahun sebelumnya kaum sarabpatigenah memanfaatkan momentum keagamaan untuk menyebarkan intoleransi, khilafah dan terorisme. Yang harus diwaspadai adalah perbedaan awal puasa pengikut NU dan Muhamadiyah seringkali dijadikan ajang mengadu domba oleh kelompok ideologi transnasional. Perbedaan yang seharusnya menjadi rahmat justu oleh mereka dijadikan bahan memecah belah” lanjut Gus Wal.

PNIB menghimbau semua pihak untuk menghormati bulan Ramadhan secara konsisten. Menyadari bahwa selama sebulan sepakat menahan diri dari lapar, dahaga, nafsu dan Ankara murka untuk bersama-sama menjalankan perintah Allah SWT tanpa syarat.

“Mari kita saling mengingatkan semua perilaku negatif yang biasa terjadi sebelumnya, bisa dihentikan sejenak di bulan Ramadhan ini. Yang biasa korupsi berhenti sejenak di bulan Ramadhan, para mafia kasus stop dulu gratifikasi. Para bandar narkoba stop aksi transaksional selama bulan puasa. Ini semua menjadi bentuk toleransi kita sebagai sesama mahluk ciptaan Allah SWT. Kami segenap anggota PNIB dimanapun berada mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankannya. Semoga bangsa ini senantiasa diberikan berkah dan ampunan oleh Allah SWT dan tetap menjadi Indonesia yang santun, bersatu, berbudaya dan berbhineka tunggal ika di tengah derasnya arus globalisasi” BeberGus Wal.

Bagi Bangsa Indonesia, Ramadhan lahirkan Kemerdekaan dan persatuan, ramadhan bagi bangsa Indonesia seyogyanya juga menjadi ajang untuk menguatkan nilai nilai perjuangan, Toleransi dan moderasi beragama, Stop dan lawan segala bentuk Intoleransi, Penyebaran paham Khilafah Radikalisme Terorisme serta bagi kita yang berpuasa Ramadhan ini selain menjalankan ibadah juga wajib bagi kiranya untuk menghormati saudara kita yang tidak berpuasa sebagai amaliah kesabaran dan bersikap toleransi, jangan lagi ada sweeping terhadap warung ataupun rumah makan yang buka untuk menyediakan bagi mereka yang tidak berpuasa, kami meminta aparat penegak hukum Polri dan TNI untuk bersikap tegas kepada para pelaku sweeping warung/rumah makan, karena justru pelaku sweeping tersebut yang merusak dan menodai ketenangan, kesakralan dan kesucian bulan Ramadhan dengan aksi anarkisme, Intoleransi, radikalisme terorisme, Pungkas Gus Wal.

Tim Redaksi

Berita Terkait

MENGUTUK KERAS! Oknum Resmob Polda Jateng dan PM Diduga Jadi “Sumbu” Mafia BBM, Sekap dan Peras Jurnalis di Markas Polisi
Sungai Ciujung Kembali Menghitam Saat Musim Kemarau, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Desak DLHK dan Bupati Bertindak Cepat
Berikan Pelayanan Kesehatan Untuk Saudara Kami Diujung Timur Indonesia
DPRD Gowa Hilang Tanpa Jejak di Sidang Pertama, Dalih Tidak Terima Undangan
Babinsa Koramil 04/Tigalingga Komsos dengan Buruh Tani di Ladang Amos Sinaga
Ngopi Bareng Babinsa di Kedai Desa, Warga Lae Langge Curhat Soal Keamanan Lingkungan
Lewat Komsos di Kedai Warga, Babinsa Koramil 06/Kerajaan Bahas Ancaman Kenakalan Remaja
Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 03/Parongil Bantu Petani Jemur Hasil Panen Jagung

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:21 WIB

Momentum 4 Muharram, LSM Triga Nusantara Indonesia Tegaskan Komitmen Advokasi Berbasis Spiritual dan Kerakyatan

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:56 WIB

Tergerak oleh Kepedulian, Personel Polsek Kemayoran Bantu Korban Dugaan Penipuan Kerja Pulang ke Malang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:19 WIB

Jelang Munas-Konbes NU di Ploso, PWNU dan PCNU Usulkan 9 nama AHWA di Muktamar ke-35

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:55 WIB

Ambil Sumpah/Janji 1.322 PNS Baru, Wamen Ossy: Awal Mulainya Tanggung Jawab ASN

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:50 WIB

PNIB : Kaji Ulang Kenaikan BBM, Usut Tuntas Dalang Korupsi MBG yang Rugikan Rakyat dan Stabilkan Rupiah Harga Mati!

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:09 WIB

Dr.H.Tjokorda Masuk Bursa Calon Kandidat Jaksa Agung

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:22 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Polisi Jemput Aspirasi dan Perkuat Sinergi dengan Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:43 WIB

Soroti Prediksi Pelemahan Rupiah, MAUNG Desak Stabilisasi Nilai Tukar dan Pengawasan Harga Barang Ketat

Berita Terbaru

MEDAN

Produk UMKM Lapas Sibolga Kini Hadir di Bandara Silangit

Minggu, 14 Jun 2026 - 12:52 WIB