Kesigapan Polsek Parapat Ungkap Fakta Satwa Terlindas di Jembatan Sisera-sera, Sempat Disangka Anak Harimau

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 15:37 WIB

50141 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN –Nasionaldetik.com

Kesigapan personel Polsek Parapat, Polres Simalungun kembali terlihat dalam penanganan informasi viral terkait penemuan bangkai satwa di sekitar Jembatan Sisera-sera, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Satwa yang semula diduga sebagai anak harimau Sumatera itu ternyata merupakan macan akar atau kucing hutan yang termasuk satwa dilindungi.

Kanit Reskrim Polsek Parapat, IPDA Girsang Sinaga, saat dikonfirmasi pada Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 19.50 WIB, menjelaskan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri hadir untuk masyarakat melalui kegiatan profesional jajaran Polres Simalungun Polda Sumatera Utara dalam memastikan kebenaran informasi di lapangan.

“Begitu menerima laporan adanya dugaan anak harimau yang terlindas kendaraan, personel langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar IPDA Girsang Sinaga.

Peristiwa ini bermula pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 06.30 WIB. Informasi awal diterima dari pengguna jalan yang melintas di kawasan Jembatan Sisera-sera dan melihat bangkai satwa di badan jalan. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke masyarakat sekitar hingga ke kepala lingkungan setempat.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumut, Andar Saragih, mengungkap bahwa kepala lingkungan bersama warga melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Tak lama kemudian, lurah setempat dan Kapolsek Parapat yang baru menjabat, AKP Mantho Pandiangan, S.H., turut hadir untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Sekitar pukul 07.30 WIB, lurah dan Kapolsek Parapat sudah berada di lokasi. Situasi kemudian diamankan dan dikoordinasikan dengan pihak BBKSDA,” ungkap Andar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, bangkai satwa tersebut dikuburkan atas saran pihak kepolisian guna menghindari keresahan masyarakat dan potensi risiko kesehatan. Namun, pada pukul 10.30 WIB, petugas Resor Anecc dan Cagar Alam Batu Gajah dari BBKSDA tiba di lokasi dan mendapati bangkai satwa sudah tidak terlihat karena telah dikubur.

Untuk memastikan jenis satwa tersebut, petugas BBKSDA bersama pihak kepolisian dan pemerintah setempat kemudian membongkar kembali kuburan satwa tersebut. Hasil identifikasi memastikan bahwa hewan yang mati terlindas kendaraan itu bukanlah anak harimau Sumatera, melainkan macan akar.

“Setelah dilakukan pembongkaran dan identifikasi oleh petugas, dapat dinyatakan bahwa satwa tersebut bukan Harimau Sumatera, melainkan macan akar,” jelas Andar Saragih.

Sementara itu, Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Novita Kusuma Wardani, menegaskan bahwa macan akar merupakan satwa dilindungi. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di wilayah yang dikenal sebagai lintasan satwa liar.

“Iya, itu satwa dilindungi. Diharapkan masyarakat tetap berhati-hati dan waspada saat melintas di daerah-daerah lintasan satwa,” ucap Novita.

Video penemuan bangkai satwa tersebut sempat viral di media sosial. Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa warga melihat tiga ekor harimau menyeberang jalan, terdiri dari satu induk dan dua anak. Disebutkan pula satu anak harimau terlindas kendaraan, sementara induk dan satu anak lainnya melarikan diri ke semak-semak di sekitar perladangan warga.

Menanggapi hal tersebut, Polsek Parapat dengan sigap meluruskan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan, S.H., menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam penanganan kejadian yang melibatkan satwa liar.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BBKSDA dan pemerintah setempat untuk memastikan jenis satwa dan penanganannya sesuai aturan,” ungkap AKP Mantho.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman sekaligus memastikan informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan langkah cepat dan profesional yang dilakukan Polsek Parapat bersama BBKSDA dan pemerintah setempat, kebenaran peristiwa ini berhasil diungkap. Kesigapan personel kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari warga karena mampu meredam isu yang sempat menimbulkan keresahan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melindungi satwa liar di wilayah Kabupaten Simalungun.

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Resmob Sat Reskrim Polres Simalungun Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Dua Wanita Positif Narkoba Diamankan
Andres Siringo-ringo Tak Berkutik — Polsek Perdagangan Gerak Cepat Bekuk Tersangka Penggelapan Dump Truck Rp 200 Juta Dan Amankan Barang Bukti
Polsek Gunung Malela Bantah Tuduhan Human Trafficking Di King Spa — Razia Resmi Buktikan Tidak Ada Pelanggaran, Kapolsek Minta Barahati Buat Laporan Resmi Bukan Konferensi Pers
Hari Kelima Operasi Ketupat Toba 2026: Kapolres Simalungun Turun Langsung Tinjau Pos Pam, Pelabuhan, Hingga Perbatasan Kabupaten Karo
Hari Kelima Ops Ketupat Toba 2026, Kapolres Simalungun Tinjau Langsung Pelabuhan Tigaras dan Perbatasan
Kapolres Simalungun Cek Langsung Pos Ketupat Toba 2026, Pastikan Pelayanan Optimal untuk Pemudik
Polres Simalungun Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026, Siap Amankan Mudik Lebaran
Haru! Kapolsek Tanah Jawa Antarkan Sendiri Nenek Pikun yang Terlantar, Pulang ke Pelukan Keluarga di Tebing Tinggi Setelah Diselidiki Lewat Pemindai Iris Mata

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:27 WIB

Lapas Sibolga Terima Penghargaan Atas Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 Ombudsman RI

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:33 WIB

Pererat Sinergitas, Kepala KPLP Lapas Binjai Rudi Sembiring Sambut Hangat Kunjungan Wartawan di Sela Pantauan Blok Hunian

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:58 WIB

Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Terima Kunjungan Wartawan: Bagi Saya, Semua Setara Tanpa Memandang Status Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:38 WIB

Ulos Kehormatan untuk Pangdam, Simbol Terima Kasih Warga atas Jembatan Penyelamat

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:33 WIB

Dari Jalan Sulit Menuju Asa Baru, Jembatan Bailey Ubah Cerita Warga Tarutung

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:30 WIB

Tor-tor Sambut Sang Pangdam, Jembatan Baru Hadirkan Senyum bagi Petani Tapanuli Utara

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:26 WIB

Air Mata Haru di Hutagalung Siwaluompu, Jembatan Impian Warga Akhirnya Berdiri

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:19 WIB

Kodam I/BB Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Publikasi Program TNI untuk Masyarakat

Berita Terbaru