Aceh Tenggara – Tim Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) secara langsung turun ke lokasi bencana di Desa Lawe Tua, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, untuk menyalurkan bantuan sosial berupa sandang bagi warga yang terdampak parah banjir bandang. Penyaluran ini merupakan bagian dari program besar bertajuk “Aksi Dukungan Pasca Banjir Indonesia”, yang sepenuhnya dibiayai oleh Dana Penanggulangan Bencana Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, Republik Rakyat Tiongkok, sesuai keterangan yang tercantum jelas dalam spanduk kegiatan yang dipasang di lokasi penyerahan.

Program kemanusiaan ini dilaksanakan berkat kerja sama strategis antara sejumlah lembaga internasional, antara lain Rainbow Public Welfare, Peaceland Foundation, Social Workers Across Borders, serta didukung tim penyelamatan Lantian Rescue. Kolaborasi ini bertujuan memberikan bantuan cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia yang terkena dampak bencana alam, termasuk wilayah Aceh yang mengalami banjir besar pada November 2025 lalu, dengan total 500 paket sandang disiapkan dan disebarkan ke berbagai titik terdampak di wilayah Aceh Tenggara.
Dari jumlah keseluruhan tersebut, sebanyak 53 paket bantuan sosial dialokasikan khusus untuk dua desa di Kecamatan Lawe Sigala-gala yang mengalami kerusakan cukup parah akibat luapan air bah. Pembagian jumlah bantuan ini disesuaikan dengan jumlah keluarga korban dan tingkat kerusakan yang terjadi di masing-masing wilayah, agar bantuan dapat diterima oleh mereka yang paling membutuhkan dan benar-benar merasakan manfaatnya dalam memulihkan kehidupan sehari-hari.

Secara rinci, di Desa Lawe Tua Makmur, tim penyaluran menyerahkan 5 paket bantuan sosial langsung kepada perwakilan warga dan keluarga terdampak. Sementara itu, di Desa Lawe Tua Persatuan, jumlah bantuan yang disalurkan jauh lebih banyak, yakni sebanyak 48 paket. Pembagian rinci ini dilakukan agar setiap paket sampai ke tangan korban tanpa hambatan, serta dapat segera digunakan untuk mengganti kebutuhan sandang yang hilang, rusak, atau kotor terendam air dan tertimbun lumpur tebal.
Proses penyerahan bantuan ini berlangsung aman, tertib, dan langsung didampingi oleh Yahdi Hasan, M.I.Kom. Beliau adalah Sekretaris Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, yang mewakili Daerah Pemilihan 8 meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tenggara dan sekitarnya. Kehadirannya menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan pemerintah daerah dan legislatif agar bantuan internasional ini diserahkan sesuai prosedur, amanah, dan tepat sasaran kepada warga yang berhak menerimanya.
Dalam sambutannya di lokasi penyaluran, Yahdi Hasan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah peduli dan berperan besar dalam mewujudkan penyaluran bantuan ini. Ia menekankan bahwa dukungan lintas negara ini sangat berarti di tengah upaya pemulihan wilayah yang masih tertimbun dampak bencana, di mana banyak warga belum sepenuhnya pulih secara ekonomi maupun sosial.
Secara khusus, Yahdi Hasan menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Bapak Zhang Yupu, Ketua Rainbow Public Welfare dari Tiongkok, atas inisiatif, kepedulian, dan komitmen kemanusiaannya. Kehadiran dukungan dari lembaga yang dipimpinnya menjadi bukti nyata persaudaraan yang melintasi batas wilayah dan negara demi meringankan beban saudara sebangsa dan setanah air yang sedang tertimpa musibah besar.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Xu Jingxia, Direktur Peaceland Foundation dari Tiongkok, atas kontribusi nyata dan peran aktifnya dalam menggerakkan bantuan kemanusiaan hingga sampai ke pelosok desa di Aceh Tenggara. Selain itu, penghargaan yang sama ditujukan kepada Ibu Candy Zhou, Direktur Social Workers Across Borders dari Hong Kong, yang turut berperan penting dalam memfasilitasi terhubungnya bantuan ini dengan masyarakat melalui Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM).
Lebih lanjut, dukungan dan apresiasi tertinggi terhadap kegiatan ini juga datang langsung dari Pemerintah Aceh. Gubernur Aceh menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) atas kepedulian, kerja keras, dan langkah nyata yang dilakukan lembaga tersebut dalam membantu masyarakat Aceh yang sedang kesusahan akibat bencana alam.
Selain mengucapkan terima kasih, Gubernur Aceh juga turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah banjir bandang yang menimpa wilayah Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara. Beliau berharap agar masyarakat yang terdampak senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan semangat untuk segera bangkit kembali, serta berjanji bahwa pemerintah akan terus mendampingi dan mendukung proses pemulihan hingga tuntas.
Yahdi Hasan menegaskan, kehadiran tim YPKM yang turun langsung ke lokasi bencana menunjukkan keseriusan dan kepedulian nyata, bukan sekadar seremonial. Ia juga mengaitkan momen ini dengan upaya pemulihan pasca bencana yang terus didorong pemerintah, di mana kini harapan tersebut didukung pula dengan kehadiran bantuan kebutuhan dasar bagi warga, yang sangat membantu mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat.
“Bantuan 53 paket di dua desa ini, sebagai bagian dari total 500 paket yang disalurkan ke seluruh wilayah terdampak, mungkin terlihat sederhana, namun nilainya sangat besar bagi warga Lawe Tua Makmur dan Lawe Tua Persatuan. Pakaian dan perlengkapan pribadi adalah kebutuhan pokok yang hilang saat banjir datang. Berkat dukungan dana dari Pemerintah Hong Kong dan kerja sama lembaga kemanusiaan ini, beban berat yang dipikul warga sedikit terangkat,” ujar Yahdi Hasan dengan penuh harap.
Ia juga menjelaskan bahwa Komisi VII DPRA yang membidangi urusan sosial, bencana, dan lingkungan hidup akan terus menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat di daerah dengan dukungan yang tersedia, baik dari pemerintah provinsi maupun mitra internasional. Transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penyaluran bantuan yang berlangsung di wilayah pilihannya.
Warga kedua desa yang menerima bantuan tampak sangat gembira dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Mereka mengaku tidak menyangka perhatian dan bantuan akan datang dari sahabat-sahabat di luar negeri, serta sangat tersentuh atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Aceh, yang semuanya semakin menguatkan semangat mereka untuk segera bangkit, membersihkan lingkungan, memperbaiki tempat tinggal, dan kembali beraktivitas seperti sediakala demi masa depan keluarga dan desa.
Kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa penanganan pasca bencana adalah tanggung jawab bersama dan lintas batas. Dukungan pendanaan dari Pemerintah Hong Kong, kerja sama lembaga-lembaga kemanusiaan internasional, peran aktif Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat, serta perhatian penuh Pemerintah Aceh dan pendampingan legislatif daerah, bersatu padu demi satu tujuan mulia: memulihkan kembali kesejahteraan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat di bumi Serambi Mekkah.
Diharapkan, bantuan ini menjadi langkah awal pemulihan yang lebih luas dan berkelanjutan, serta sinergi indah yang terjalin saat ini dapat terus terpelihara. Hal ini penting agar jika nanti ada musibah yang datang kembali, persaudaraan, kepedulian, dan dukungan seperti ini akan selalu hadir menjaga, melindungi, dan membantu masyarakat Aceh bangkit dari segala kesulitan.
(SF)





































