Unit Gakkum Polres Simalungun Buru Pelaku Tabrak Lari Dengan Metode PRESISI: Pelajar 17 Tahun Tewas

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:31 WIB

50167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMALUNGUN – Nasionaldetik.com

Tidak ada pelaku yang lolos! Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun mengerahkan segenap kemampuan memburu pengemudi mobil Toyota Kijang Innova yang kabur setelah memicu kecelakaan beruntun yang menewaskan pelajar perempuan berusia 17 tahun di Jalan Pematangsiantar-Raya, Selasa siang (17/2/2026). Metode PRESISI – PREdiktif, responSIbilitas, dan transparanSI berkeadilan – menjadi senjata utama tim dalam mengungkap kasus ini.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun IPDA Yancen Hutabarat, S.H., saat dikonfirmasi Rabu malam (18/2/2026) sekitar pukul 21.21 WIB menegaskan komitmen penuh timnya. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun secara profesional dan PRESISI, yaitu PREdiktif, responSIbilitas, dan transparanSI berkeadilan. Kami tidak akan berhenti sampai pelaku tabrak lari tertangkap,” ujar IPDA Yancen dengan tegas.

Tragedi terjadi di Jalan Umum KM 8-9 jurusan Pematangsiantar menuju Raya, tepatnya di Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei, Selasa siang sekitar pukul 13.20 WIB. Korban adalah PF (17 tahun), pelajar warga Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, yang meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Kami menerapkan pendekatan PREdiktif dalam memburu pelaku. Kami menganalisis kemungkinan rute pelarian, karakteristik kendaraan, dan pola perilaku pengemudi yang melarikan diri dari TKP,” ungkap IPDA Yancen menjelaskan strategi investigasi.

Kasus ini sangat kompleks karena melibatkan tiga kendaraan dalam kecelakaan beruntun. “Korban mengendarai Honda Vario BK-5097-WAF berboncengan dengan CF (16 tahun), juga pelajar. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Raya menuju Pematangsiantar,” ujar IPDA Yancen.

Berdasarkan keterangan saksi NM (49 tahun) dan RA (50 tahun), pengendara motor kurang hati-hati dan tidak menjaga jarak dengan mobil Toyota Kijang Innova di depannya. “Saat Innova mengerem mendadak, motor menabrak bagian belakangnya. PF dan CF terjatuh ke sisi kiri, motor terjatuh ke sebelah kanan,” ungkap IPDA Yancen merinci kronologi.

“Saat bersamaan, mobil Ford Ranger BK-8916-GW yang dikemudikan RD (27 tahun) dari arah berlawanan menyenggol motor yang sudah terjatuh, memperparah kecelakaan,” ujar IPDA Yancen.

Yang paling mengejutkan, pengemudi Innova yang menjadi pemicu awal langsung melarikan diri. “Nopol dan identitas pengemudi Innova tidak diketahui karena meninggalkan lokasi setelah kejadian. Ini adalah kasus tabrak lari yang sangat kami prioritaskan,” tegas IPDA Yancen.

“ResponSIbilitas atau tanggung jawab Unit Gakkum sangat tinggi. Hanya 30 menit setelah kejadian, tim sudah berada di TKP melakukan serangkaian tindakan profesional,” ungkap IPDA Yancen.

Tim melakukan koordinasi, cek dan olah TKP secara menyeluruh, mengatur arus lalu lintas, melakukan pemotretan detail, mengamankan barang bukti, mengecek korban di rumah sakit, dan melaporkan ke pimpinan. “Semua dilakukan dengan sangat sistematis dan profesional,” ujar IPDA Yancen.

Kondisi saat kejadian menunjukkan cuaca cerah, siang hari, arus lalu lintas sepi, jalan lurus jalur dua arah di daerah perladangan. “Jalan provinsi dengan lebar 5,90 meter, aspal hotmix, jarak pandang bebas, tapi tidak terdapat marka jalan dan rambu lalu lintas. Ini menjadi catatan kami untuk rekomendasi perbaikan,” ujar IPDA Yancen.

Analisis faktor menunjukkan semua pihak dalam keadaan sehat, kendaraan memenuhi standar keselamatan. “Faktor utama adalah kecepatan tinggi korban, kurang hati-hati, tidak menjaga jarak, dan pengemudi Innova yang mengerem mendadak lalu kabur,” ungkap IPDA Yancen.

“TransparanSI berkeadilan adalah prinsip kami. Kami transparan dalam setiap proses investigasi. Pengemudi Ford Ranger yang kooperatif memberikan keterangan lengkap dan memiliki SIM B II Umum serta STNK lengkap. Kami menghargai kerja samanya,” ujar IPDA Yancen.

Korban CF yang selamat mengalami luka ringan dan dirawat di RS Efarina Pematangsiantar. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp5.000.000.

“Dengan metode PRESISI, kami bekerja sangat fokus. PREdiktif dalam menganalisis pola pelaku, responSIbilitas dalam menangani kasus dengan cepat dan profesional, transparanSI berkeadilan dalam memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya,” ungkap IPDA Yancen.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui informasi tentang mobil Toyota Kijang Innova yang terlibat dalam kecelakaan ini untuk segera melapor ke Polres Simalungun. Pelaku tabrak lari adalah tindakan cobarde yang tidak bisa dimaafkan,” tegas IPDA Yancen.

“Unit Gakkum tidak akan berhenti sampai pelaku tertangkap. Ini adalah komitmen kami untuk keadilan bagi PF yang meninggal dunia dan keluarganya yang berduka. Metode PRESISI kami terbukti efektif dalam mengungkap kasus-kasus kompleks,” ujar IPDA Yancen menutup keterangan dengan penuh determinasi.

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Resmob Sat Reskrim Polres Simalungun Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Dua Wanita Positif Narkoba Diamankan
Andres Siringo-ringo Tak Berkutik — Polsek Perdagangan Gerak Cepat Bekuk Tersangka Penggelapan Dump Truck Rp 200 Juta Dan Amankan Barang Bukti
Polsek Gunung Malela Bantah Tuduhan Human Trafficking Di King Spa — Razia Resmi Buktikan Tidak Ada Pelanggaran, Kapolsek Minta Barahati Buat Laporan Resmi Bukan Konferensi Pers
Hari Kelima Operasi Ketupat Toba 2026: Kapolres Simalungun Turun Langsung Tinjau Pos Pam, Pelabuhan, Hingga Perbatasan Kabupaten Karo
Hari Kelima Ops Ketupat Toba 2026, Kapolres Simalungun Tinjau Langsung Pelabuhan Tigaras dan Perbatasan
Kapolres Simalungun Cek Langsung Pos Ketupat Toba 2026, Pastikan Pelayanan Optimal untuk Pemudik
Polres Simalungun Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026, Siap Amankan Mudik Lebaran
Haru! Kapolsek Tanah Jawa Antarkan Sendiri Nenek Pikun yang Terlantar, Pulang ke Pelukan Keluarga di Tebing Tinggi Setelah Diselidiki Lewat Pemindai Iris Mata

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:27 WIB

Lapas Sibolga Terima Penghargaan Atas Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 Ombudsman RI

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:33 WIB

Pererat Sinergitas, Kepala KPLP Lapas Binjai Rudi Sembiring Sambut Hangat Kunjungan Wartawan di Sela Pantauan Blok Hunian

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:58 WIB

Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Terima Kunjungan Wartawan: Bagi Saya, Semua Setara Tanpa Memandang Status Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:38 WIB

Ulos Kehormatan untuk Pangdam, Simbol Terima Kasih Warga atas Jembatan Penyelamat

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:33 WIB

Dari Jalan Sulit Menuju Asa Baru, Jembatan Bailey Ubah Cerita Warga Tarutung

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:30 WIB

Tor-tor Sambut Sang Pangdam, Jembatan Baru Hadirkan Senyum bagi Petani Tapanuli Utara

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:26 WIB

Air Mata Haru di Hutagalung Siwaluompu, Jembatan Impian Warga Akhirnya Berdiri

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:19 WIB

Kodam I/BB Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Publikasi Program TNI untuk Masyarakat

Berita Terbaru