LANGKAT — Di tengah terik matahari pesisir, beberapa prajurit Satgas TMMD ke-128 terlihat duduk bersila di lantai kayu sebuah gubuk. Mereka bukan sedang rapat atau beristirahat, melainkan belajar menganyam keranjang arang dari warga Desa Pasar Rawa.
Tangan mereka tampak kaku, berbeda jauh dari ketegasan saat bekerja membangun jalan dan jembatan. Namun setiap kesalahan justru menghadirkan tawa bersama. Warga melihat sisi lain prajurit—lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh kehangatan.
Mariana dengan telaten mengajari teknik menganyam. Ia bercerita tentang perjuangan hidup masyarakat pesisir yang bertahan dari usaha arang tradisional. Para prajurit mendengarkan, memahami bahwa setiap desa memiliki cerita perjuangannya sendiri.
Selama TMMD berlangsung, prajurit tidak hanya membangun fasilitas desa. Mereka hidup bersama warga, berbagi cerita, merasakan kebahagiaan sederhana, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di akhir hari, yang tersisa bukan hanya keranjang arang yang selesai dianyam. Yang lebih berharga adalah rasa saling memiliki—bahwa desa ini dibangun bersama, oleh tangan rakyat dan prajurit yang menganyam kebersamaan menjadi kekuatan masa depan.





































