Polda Sulsel Kerahkan Segala Sumber Daya dalam Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang di Wilayah Maros-Pangkep

REDAKSI BATUBARA

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026 - 17:27 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Sulawesi Selatan – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengambil tindakan cepat dan komprehensif untuk memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep pada Sabtu (17/01/2026).

Pesawat dengan rute Yogyakarta–Makassar tersebut hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA. Informasi awal diterima dari General Manager AirNav Makassar, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dari Polres Maros dan Polres Pangkep.

Pencarian di lapangan diperkuat oleh unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi tim SAR lainnya. Tim gabungan fokus melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.

Berdasarkan manifest terbaru, pesawat membawa total 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, objek pesawat belum berhasil ditemukan hingga Sabtu malam. Proses pencarian terhambat oleh kondisi cuaca berkabut disertai hujan gerimis, serta medan pegunungan yang terjal. Demi keselamatan personel, operasi pencarian dihentikan sementara dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada Minggu (18/01/2026) pagi.

Guna memperkuat koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sementara posko pendukung didirikan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Fokus pencarian diarahkan pada dua jalur utama, yaitu wilayah Balocci di Pangkep dan Desa Rompegading di Kecamatan Cenrana, Maros.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan komitmennya dalam melakukan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu. “Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujarnya dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Minggu pagi.

Lebih lanjut, Kapolda menyampaikan bahwa RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pemeriksaan antemortem, dengan dukungan dari tim DVI Mabes Polri.

Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian. (Rahmat Hidayat)

Berita Terkait

Korsleting Aki Picu Kebakaran Mobil di SPBU Pakam, Rugi Rp20 Juta
*Perselisihan di Grup WhatsApp Berujung Laporan Polisi, Pemred Mimbar Demokrasi Siap Hadapi Eko Andhika*

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:27 WIB

Lapas Sibolga Terima Penghargaan Atas Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 Ombudsman RI

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:33 WIB

Pererat Sinergitas, Kepala KPLP Lapas Binjai Rudi Sembiring Sambut Hangat Kunjungan Wartawan di Sela Pantauan Blok Hunian

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:58 WIB

Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Terima Kunjungan Wartawan: Bagi Saya, Semua Setara Tanpa Memandang Status Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:43 WIB

Jembatan yang Menyatukan Harapan, Hadiah untuk Generasi Masa Depan Tapanuli Utara

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:33 WIB

Dari Jalan Sulit Menuju Asa Baru, Jembatan Bailey Ubah Cerita Warga Tarutung

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:30 WIB

Tor-tor Sambut Sang Pangdam, Jembatan Baru Hadirkan Senyum bagi Petani Tapanuli Utara

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:26 WIB

Air Mata Haru di Hutagalung Siwaluompu, Jembatan Impian Warga Akhirnya Berdiri

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:19 WIB

Kodam I/BB Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Publikasi Program TNI untuk Masyarakat

Berita Terbaru