LANGKAT — Di sebuah gubuk sederhana, prajurit TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat duduk berdampingan dengan warga Desa Pasar Rawa. Mereka belajar menganyam keranjang arang, pekerjaan sederhana yang menjadi nadi ekonomi masyarakat pesisir.
Awalnya tangan para prajurit tampak canggung. Namun suasana cepat berubah menjadi hangat. Tawa, candaan, dan cerita kehidupan mengalir tanpa sekat. Seragam loreng tidak lagi menciptakan jarak, melainkan menghadirkan kedekatan.
Mariana mengajarkan teknik menganyam dengan penuh ketelatenan. Ia tak hanya mengajarkan cara bekerja, tetapi juga memperlihatkan perjuangan warga mempertahankan kehidupan melalui kerajinan tradisional.
Program TMMD menghadirkan lebih dari pembangunan fisik. Prajurit tinggal bersama warga, makan sepiring nasi yang sama, berbagi cerita, dan ikut merasakan kehidupan desa. Dari situlah tumbuh rasa saling percaya yang kuat.
Saat anyaman bambu mulai berbentuk keranjang, para prajurit menyadari satu hal penting: mereka tidak hanya membantu membangun desa, tetapi sedang menganyam masa depan bersama masyarakat—sebuah kebersamaan yang akan terus dikenang jauh setelah TMMD berakhir.





































