LANGKAT |
Ada masa ketika keluarga Pak Suzanna harus memilih sudut rumah yang paling sedikit bocor untuk tidur.
Saat hujan turun, air merembes dari atap rumbia, menetes tanpa henti hingga membasahi lantai tanah. Anak-anaknya sering terbangun menggigil. Istrinya berjaga sepanjang malam, memindahkan ember yang terus penuh air.
Rumah itu berdiri seadanya—rapuh, lembap, dan jauh dari kata layak.
Namun mereka tetap bertahan.
“Yang penting masih ada tempat berteduh,” ucap Pak Suzanna kala itu, mencoba kuat di tengah keadaan.
Segalanya berubah ketika TMMD Ke-128 hadir di Desa Pasar Rawa.
Tentara datang bukan membawa senjata, melainkan palu, cangkul, dan semangat gotong royong. Bersama warga, mereka bekerja tanpa lelah memperbaiki rumah Pak Suzanna yang masuk program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni.
Hari demi hari, rumah yang dulu hampir roboh perlahan berubah.
Dinding baru berdiri. Atap kokoh terpasang. Lantai menjadi kering dan nyaman.
Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi mengatakan, pembangunan RTLH menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Kini, ketika hujan turun di Pasar Rawa, keluarga Pak Suzanna tidak lagi berjaga dalam kecemasan.
Mereka tidur nyenyak.
Malam-malam basah yang dulu menyisakan dingin dan tangis… kini hanya tinggal kenangan.
TMMD telah mengubah bukan hanya bangunan, tetapi masa depan sebuah keluarga.





































