HARI BURU NASIONAL,KETUA UMUM IJTI MENYATAKAN JANGAN KORBANKAN JURNALIS, SELAMATKAN PILAR KEEMPAT DEMOKRASI

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Senin, 4 Mei 2026 - 04:54 WIB

503 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 1 Mei 2026 – Memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyoroti kondisi industri media nasional yang tengah menghadapi tantangan disrupsi besar -besaran.

 

 

Di tengah situasi tersebut, IJTI menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap jurnalis bukan solusi yang bijak dan justru mengancam demokrasi di Indonesia.

 

 

 

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan menyatakan, bahwa jurnalis televisi bukan sekadar pekerja,

melainkan garda terdepan dalam menjaga hak publik atas informasi yang akurat dan kredibel.

“Jika perusahaan media terus dibiarkan rontok dan jurnalisnya tersingkir, maka demokrasi akan mati. Tanpa jurnalis televisi yang bekerja di lapangan, tidak akan ada lagi mata dan telinga bagi publik untuk mengawal keadilan.” katanya.

 

 

IJTI mengamati tren efisiensi yang berujung pada pengurangan tenaga kerja di berbagai lini media televisi. Kami menyatakan sikap:

1. Menolak Upaya PHK Sepihak: Perusahaan media harus berhenti menjadikan pemangkasan

karyawan sebagai opsi utama dalam melakukan efisiensi finansial.

2. Menuntut Solusi Kreatif: Kami mendesak pemilik perusahaan media untuk mencari model

bisnis baru dan inovasi yang berkelanjutan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan serta mata

pencaharian jurnalis.

3. Transparansi dan Dialog: Setiap kebijakan yang berdampak pada ketenagakerjaan harus

dilakukan melalui dialog yang transparan dan menjunjung tinggi hak-hak pekerja sesuai regulasi yang berlaku.

 

IJTI menyerukan kepada Pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan ekosistem media nasional.

 

Insentif atau kebijakan yang mendukung ekosistem media yang sehat sangat diperlukan agar perusahaan media tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi mampu menghidupi para pekerjanya dengan layak.

 

 

Hari Buruh harus menjadi momentum bagi seluruh perusahaan media untuk bersatu. Jurnalis yang sejahtera adalah prasyarat mutlak bagi informasi yang berkualitas. “Jangan biarkan layar televisi kita menjadi buram karena hilangnya para jurnalis yang berintegritas,” kata Herik Kurniawan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Warkop Sarana Satgas TMMD 128 Wujudkan Binter
Komsos dengan Warga di Lokasi TMMD 128 Gebang,Prajurit TNI Eratkan Kemanunggalan
Libur ,Satgas Mangkal Bersama Warga di Warung Kopi
Keran Air Kasad di Tanah Gebang
Nenek Latifah Tersenyum di Ujung Keran
Sebulan Menghalau Dahaga: Langkah Kilat Tentara di Tanah Gebang
LORENG GUNAKAN KOMUNIKASI SOSIAL DI MEJA KOPI 
Bukan Sekadar Semen dan Pasir, ‘Diplomasi Meja Kopi’ Jadi Senjata Ampuh Satgas TMMD 128 di Langkat

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:50 WIB

Warkop Sarana Satgas TMMD 128 Wujudkan Binter

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:48 WIB

Libur ,Satgas Mangkal Bersama Warga di Warung Kopi

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:44 WIB

Keran Air Kasad di Tanah Gebang

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:43 WIB

Nenek Latifah Tersenyum di Ujung Keran

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:41 WIB

Sebulan Menghalau Dahaga: Langkah Kilat Tentara di Tanah Gebang

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:38 WIB

LORENG GUNAKAN KOMUNIKASI SOSIAL DI MEJA KOPI 

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:35 WIB

Bukan Sekadar Semen dan Pasir, ‘Diplomasi Meja Kopi’ Jadi Senjata Ampuh Satgas TMMD 128 di Langkat

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:31 WIB

Tentara “Sulap” ​Air Mata Menjadi Air Bersih di Pasar Rawa

Berita Terbaru

REGIONAL

Warkop Sarana Satgas TMMD 128 Wujudkan Binter

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:50 WIB