Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni memastikan kesiapan penuh menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak 57 unit kapal disiagakan untuk melayani lintasan utama Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni.
Kesiapan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers di Ruang VIP ASDP Cabang Bakauheni, Kamis (5/3/2026).
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis guna memastikan kelancaran arus penumpang dan kendaraan. Salah satu strategi utama adalah penerapan skema pembagian kendaraan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB).
“Beberapa kendaraan akan dilayani melalui Pelabuhan Bakauheni, sementara kendaraan besar khususnya logistik dialihkan ke pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan BBJ, Wika Beton, dan SMA. Ini untuk mencegah penumpukan,” ujarnya.
Prediksi Penumpang dan Kendaraan Meningkat
Berdasarkan data tahun sebelumnya, total penumpang selama periode angkutan Lebaran mencapai sekitar 1.253.200 orang. Tahun 2026 diprediksi meningkat 2,11 persen menjadi sekitar 1.376.970 orang.
Untuk kendaraan roda empat, dari 169.147 unit pada tahun lalu diproyeksikan naik 1,99 persen menjadi 172.712 unit. Total seluruh kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 319 ribu unit.
“Secara nasional kenaikan sekitar 1,7 persen, namun khusus lintasan Merak–Bakauheni sedikit lebih tinggi,” jelas Partogi.
Operasional 28 Kapal per Hari, Sisanya Cadangan
Dari total 57 kapal yang disiapkan, rata-rata 28 kapal akan beroperasi setiap hari secara bergantian, sementara sisanya menjadi armada cadangan untuk mengantisipasi lonjakan.
Selain itu, pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Ciwandan juga akan difungsikan dengan dukungan sekitar 12 kapal, serta Pelabuhan BBJ untuk membantu distribusi kendaraan.
ASDP turut menerapkan sistem single tarif pada dermaga eksekutif guna pemerataan distribusi kendaraan dan penumpang selama masa angkutan Lebaran.
Puncak Mudik 18–19 Maret
ASDP memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan pada H+3 hingga H+4 Lebaran atau sekitar 25–26 Maret 2026. Jadwal tersebut masih menunggu kebijakan final pemerintah terkait libur nasional dan cuti bersama.
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP menyiapkan tiga skema operasional, yakni skema normal, padat, dan sangat padat, yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan.
“Kami terus meningkatkan kualitas layanan di kapal maupun pelabuhan agar masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
ASDP juga berharap dukungan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.





































