Dok foto : foto saat bersama Bapak Gubernur Ahmad Luthfi dan rekan wartawan di Pemprov Jateng, Marsandi duduk paling depan, di tengah.
Kendal, nasionaldetik.com
Profesi yang bisa dikatakan paling mulia adalah seorang wartawan atau jurnalistik, yang pekerjaannya mencari berita, investigasi di lapangan, mengolah data dan menyajikan hasil releasenya ke publik dengan baik, benar, obyektif, serta berimbang.
Jurnalistik adalah pilar ke empat, yang dapat membantu pembangunan bangsa Indonesia menuju cita-citanya, untuk rakyat adil sejahtera.
Seorang Wartawan online itu bernama Marsandi, yang asli kelahiran Desa Sidomukti RT 007/ RW 002 Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal Jawa Tengah, menginginkan sekali agar putra satu- satunya yang sudah lulus dari SMK Muhammadiyah 2024/2025 kemarin, bernama Raffly Putra Sandy kelahiran 2007 ini, agar bisa menjadi anggota polisi.
Dengan besar hati sang wartawan mengupayakan dan memperjuangkan, sekuat tenaga, pikiran dan finansial seadanya yang dimiliki, dengan memasukan putranya ke LPK Bimbingan Belajar (Bimbel), yang sudah berkompeten di Kota Semarang. Dengan tersendat-sendat untuk membayar administrasinya, akan tetapi Marsandi berusaha sekuat daya upaya untuk putranya, agar bisa mencapai nilai terbaik mengikuti tes dalam kompetisi masuk Polri, nanti di awal bulan Maret 2026 ini.
Sedangkan biaya makan dan kos di kota Semarang itu, juga harus dipenuhi dalam waktu yang singkat ini, Alhamdulillah.. dari rejeki menjadi seorang wartawan, walau pendapatan seadanya, akhirnya bisa membayar administrasi, entah dari hasil iklan ucapan, release profil publik figur. Dan dia sering juga memberitakan kegiatan Polri, yang ada di wilayah hukum Resort Kendal ini.
Dikalangan masyarakat banyak yang bercerita tentang biaya masuk menjadi TNI Polri itu sangatlah mahal, apakah seorang wartawan yang berpenghasilan seadanya itu, bisa membayar untuk anaknya bisa lolos menjadi seorang anggota polisi.?.
Ungkapan pernyataan yang datang dari berbagai kalangan masyarakat itu, tidak menyurutkan semangat Marsandi dan putranya, karena sang wartawan mempunyai pedoman yang kuat, bahwa perekrutan masuk menjadi anggota TNI ataupun Polri itu tidak ada pungutan apapun, alias gratis.
Istrinya bernama Sri Ivon Susanti, setelah ditemui awak media menyampaikan, saya juga setiap saat mendoakan dengan memohon kepada Allah Swt, supaya Raffly Putra Sandy anak saya ini, bisa tercapai cita-citanya menjadi seorang polisi.





































