Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda tak hanya berdampak terhadap aktivitas wisata, tetapi mulai dirasakan sektor ekonomi masyarakat. Para sopir angkutan desa (angdes) di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengaku pendapatan mereka ikut anjlok akibat sepinya penumpang.
Penurunan aktivitas wisata menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya penumpang angdes. Selama ini, kawasan wisata Canti, Kecamatan Rajabasa, menjadi salah satu tujuan yang cukup banyak dilayani angdes dari Bakauheni, khususnya saat akhir pekan.
Perwakilan sopir angdes, Yusli, mengatakan saat ini hanya sekitar 35 unit angdes berwarna kuning yang masih aktif beroperasi melayani penumpang dari Bakauheni menuju sejumlah wilayah.
“Sekarang penumpang sepi. Biasanya ada wisatawan yang turun di Bakauheni kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Canti. Karena kondisi Gunung Anak Krakatau seperti ini, pengunjung wisata berkurang,” ujar Yusli, Jumat (11/9/2026).
Menurut Yusli, Sabtu dan Minggu biasanya menjadi waktu yang cukup diandalkan para sopir untuk mendapatkan pemasukan. Namun, sejak aktivitas GAK meningkat, wisatawan yang menuju kawasan Canti dan pesisir Rajabasa berkurang.
Kondisi tersebut membuat perjalanan angdes ikut menurun. Pendapatan para sopir yang sebagian besar bergantung pada jumlah penumpang pun terdampak.
Meski demikian, para sopir angdes tidak hanya memikirkan kondisi ekonomi mereka. Mereka menyatakan siap membantu pemerintah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi masyarakat.
“Kami siap kalau memang dibutuhkan untuk membantu evakuasi. Kalau ada masyarakat yang harus dipindahkan atau membutuhkan kendaraan, kami siap membantu,” kata Yusli.
Organda Apresiasi Kesiapan Sopir
Ketua DPC Organda Lampung Selatan, H. KMS Ivan Rizal, mengapresiasi kepedulian para sopir angdes tersebut.

Menurut Ivan, para sopir saat ini berada dalam kondisi sulit karena kehilangan sebagian sumber pendapatan. Namun, mereka tetap menunjukkan kepedulian dengan menyatakan kesiapan membantu pemerintah dalam kondisi darurat.
“Saya apresiasi para sopir angdes. Mereka sedang mengalami kesulitan akibat erupsi GAK, tetapi masih berjiwa besar dan ingin membantu menyukseskan program pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang dipimpin Bapak Radityo Egi Pratama,” ujar Ivan.
Ivan mengatakan, angdes dapat menjadi salah satu armada pendukung apabila pemerintah membutuhkan kendaraan untuk mobilisasi maupun evakuasi masyarakat.
Di sisi lain, ia berharap kondisi para sopir angdes turut menjadi perhatian pemerintah. Sebab, aktivitas wisata menuju Canti selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan mereka.
“Canti sekarang menjadi kosong, mereka tidak ada kegiatan. Biasanya Sabtu dan Minggu itu yang mereka andalkan. Kami berharap ini juga menjadi perhatian pemerintah untuk masa depan mereka,” katanya.
Ivan menegaskan Organda Lampung Selatan siap mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi GAK, termasuk apabila angdes dibutuhkan untuk membantu proses mobilisasi dan evakuasi masyarakat.
“Dalam kondisi sulit pun mereka masih ingin membantu. Kita apresiasi karena mereka juga punya anak dan istri yang harus dibiayai,” pungkasnya. (ML)




































