Workshop Pengasuh Ponpes Angkatan Ke 7 Se-Indonesia Oleh Kyai Imjaz Bongkar Rahasia Dapatkan Beasiswa Luar Negeri DAN PTN

REDAKSI NASIONAL DETIK

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 07:21 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon, – NasionalDetik.Com –
Meski workshop berjalan 14 jam lebih, dari jam 8.00 hingga 22.30, tapi seluruh peserta tetap antusias mengikuti jalannya kegiatan di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon.Senin13/07/2026.

Workshop angkatan ke-VII ini diikuti oleh 360 pengasuh pesantren dari Jawa Timur dan Daerah Khusus Jogjakarta yang digelar pada Sabtu (11/7/2026).

Menurut catatan panitia, dari 5000 peserta yang ditargetkan, workhsop kali ini sudah mencapai 55% lebih atau sebanyak 2.800 pengasuh pesantren yang memiliki 100 hingga 3000 santri.

peserta yang sudah mengikuti yaitu seluruh pengasuh pesantren dari Jabar, Banten, DKI, dan Jateng, Jatim, dan Lampung, sedangkan untuk luar Jawa, meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, Bali, NTB, NTT dan Papua akan dimulai minggu depan hingga Agustus.

Di segmen puncak, KH. Imam Jazuli, Lc.MA selaku narasumber tunggal membongkar strategi, tip, dan trik merebut peluang beasiswa perguruan tinggi ke berbagai negara dan masuk PTN dalam negeri.

“Dari pengalaman Bina Insan Mulia menghantarkan 70% lulusan ke 16 negara di dunia di kampus-kampus internasional dan 30% ke PTN terdepan di dalam negeri, ada pengalaman yang bisa saya share dengan para pengasuh pesantren,” ungkapnya.

Menurut Kiai Imam Jazuli, materi dalam segmen puncak menjadi bagian terpenting dalam transformasi pesantren. Hasil transformasi pesantren harus bisa dilihat dan dibuktikan melalui out-put yang dihasilkan.

“Ketika out-put-nya jelas, maka kepercayaan masyarakat terhadap pesantren juga semakin kuat yang berdampak pada meningkatnya kuantitas santri. Masyarakat saat ini bertanya lulusan pesantren ini bisa melanjutkan ke perguruan tinggi mana saja?” jelasnya.

Perubahan masyarakat tersebut, menurut pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, perlu direspons positif oleh pesantren. Sebab, ketika seorang santri dapat melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik, di dalam maupun di luar negeri, maka peluangnya untuk mengisi peranan pembangunan lebih besar. Di samping itu, santri juga memiliki senjata yang lebih bagus untuk mewujudkan kesejahteraan hidup.

“Jangan sampai lulusan pesantren hanya mampu menempati posisi marjinal dalam pembangunan sehingga kurang berdampak bagi perubahan Indonesia. Lebih celaka lagi, jika pesantren tidak banyak mengubah kemiskinan di kehidupan para santri,” tegas Kiai Imam Jazuli.

Karena itu, “janganlah pengasuh pesantren mendorong para santri untuk menjadi ustadz atau kiai seperti dirinya. Lalu melanjutkan ke jurusan keagamaan. Boleh, tapi maksimal 5-10%. Jangan semuanya. Ini bahaya!” serunya.

Melalui workshop pengasuh pesantren ini, Kiai Imjaz mendorong, menggandeng, dan memimpin transformasi pesantren untuk bisa merebut peluang masuk PTN dan beasiswa luar negeri di jurusan-jurusan yang dibutuhkan pembangunan Indonesia, seperti persenjataan, teknologi digital, kedokteran, atau pertambangan.

“Strategi, tip, dan trik sudah saya paparkan semua, tinggal menunggu satu hal untuk melakukan transformasi, yaitu nyali keberanian para kiai,” tegasnya.

Kiai Wahyudi dari Ngawi mengaku sangat tercerahkan dengan berbagai strategi yang dibongkar Kiai Imam Jazuli di saat hampir semua lembaga menganggap resep keberhasilannya harus dirahasiakan.

Bagi Kiai Fahmi dari Jogjakarta, semua langkah transformasi yang ia dapatkan sangat relevan dengan solusi yang ia butuhkan untuk mengatasi problem dan merebut peluang, terutama peluang ke Mesir, China, dan Rusia.

Selaku ketua panitia, Ubaydillah Anwar menyampaikan fokus dari workshop ini adalah bagaimana meningkatkan kuantitas santri melalui peningkatan kualitas pendidikan dengan cara transformasi. “Transformasi bukan sekedar memperbaiki bagian-bagian tertentu, tetapi perubahan fundamental,” jelasnya.

Ketika ditanya soal pendanaan, Ubaydillah menyampaikan bahwa semua bersumber dari Imam Jazuli Foundation (IJF).

“Lembaga ini memang sejak awal fokus pada beasiswa para santri berprestasi, pengembangan dai, dan kegiatan transformasi pesantren,” pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

Wujudkan Kemandirian, Warga Binaan Wanita Lapas Labuhan Ruku Asah Kreativitas Merajut Tas
Antisipasi Gangguan, Satlantas Kawal Titik Rawan Macet, Laka, dan Balap Liar
Satresnarkoba Polres Batu Bara Gerak Cepat Tindaklanjuti Video Viral Dugaan Transaksi Narkoba di Indrapura
Satlantas Polres Batu Bara Lakukan Gatur Siang di Jalinsum Simpang Tanah Merah – Kegiatan Aman Lancar
Satlantas Polres Batu Bara Lakukan Peneguran Peraturan Lalu Lintas di Pos Lantas Simpang Empat Lima Puluh – Kegiatan Aman Lancar
Polsek Talawi Lakukan Patroli di Lokasi Strategis Tanjung Tiram – Berikan Rasa Aman dan Sosialisasikan Layanan Call Center 110
Kapolres Batu Bara Hadiri Penandatanganan MoU Komitmen Bersama Polri dan Kejaksaan di Polda Sumut
Prestasi Jadi Penentu: CAT Berstandar Olimpiade Antar 350 Catar Lolos Akpol 2026

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Dorong Verifikasi Ijazah Dilakukan Secara Profesional

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Sudut Pandang Praktisi Hukum H. Ulung Purnama, S.H., M.H: Perlu Penguatan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Pilkades Kabupaten Bekasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:23 WIB

Pelukan Kasih Polri untuk Anak Negeri, Polwan Jaga Jakarta Sambangi SLB Harapan Ibu

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:17 WIB

DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Sigap Bantu Antar Warga ke Rumah Sakit

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:20 WIB

Koramil 07/Cipayung Gelar Patroli Malam Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:59 WIB

Sudah Habiskan Rp3,7 Miliar ‎Aktivis Lembaga Aliansi Banten Menggugat ( ABM ) Pertanyakan Belanja Sewa Hotel di Dindik Banten

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:32 WIB

Kapolres Indragiri Hilir Bersama PJU Cek Bank Pohon dan Berikan Hadiah Pohon kepada Personel yang Berulang Tahun

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:12 WIB

Sidak Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Dinilai Hanya Formalitas, Proyek Pengurugan Diduga Ilegal di Desa Sukaasih Kembali Berjalan

Berita Terbaru