KUTACANE – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Wustha, Desa Kuning Satu, pada Sabtu malam (21/2/2026). Tanpa protokol kaku atau pemberitahuan formal sebelumnya, Bupati Aceh Tenggara hadir di tengah-tengah warga untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Sepakat Segenap ini merupakan bagian dari inisiatif pribadi untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung sembari menunggu jadwal resmi Safari Ramadhan dari Pemerintah Daerah. 
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya:
Sekda Aceh Tenggara, Dian Reza Pahlevi (Anggota DPRK dari Partai Golkar), Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Camat Tanoh Alas, Camat Darul Hasanah, Kepala UPTD Masjid Taqwa dan sekretaris UPTD Dayah.
Dalam sambutannya yang menyejukkan, Bupati mengajak seluruh jamaah untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci ini.
“Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk benar-benar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah bulan penuh ampunan, waktu terbaik bagi kita untuk memperbaiki diri,” pesannya.
Kunjungan yang terkesan “mendadak” ini justru mendapat apresiasi luar biasa dari warga setempat. Tokoh masyarakat Kuning I, Jouharudin Armay (Pak Johar), menyatakan rasa harunya atas kehadiran rombongan Bupati tanpa adanya undangan resmi.
”Ini adalah kehormatan besar bagi kami. Kedatangan Bapak Bupati tanpa pemberitahuan awal membuktikan bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat di Aceh Tenggara memang sangat erat dan harmonis hingga ke tingkat akar rumput,” ujar Pak Johar.
Usai salat jamaah, suasana berubah menjadi ruang diskusi santai. Bupati dan warga duduk bersama menyerap berbagai informasi dan persoalan yang ada di desa.

Kegiatan “turun ke bawah” (turba) yang dilakukan setiap malam ini diharapkan mampu meruntuhkan sekat birokrasi. Dengan komunikasi yang jujur dan langsung, pemerintah berharap dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran demi kemajuan Aceh Tenggara.
(SF)





































