Polres Pasuruan Buru 2 Oknum Ormas Sakera, DPO Dikabarkan Kabur

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:54 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan –Nasionakdetik.com

Polres Pasuruan resmi menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua oknum yang diduga merupakan anggota organisasi masyarakat (Ormas) SAKERA, yakni Komaruddin dan Samsul Arifin. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap sejumlah anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Jawa Timur.

Surat DPO bernomor: DPO/II/19/2026/Satreskrim, tertanggal 18 Februari 2026, diterbitkan sebagai tindak lanjut dari Laporan Polisi nomor: LP/B/103/XII/2025/SPKT/POLRES PASURUAN/POLDA JAWA TIMUR, yang dilaporkan pada 24 Desember 2025 oleh Yosia Calvin Pangalela (39), Ketua BRN Korda Jawa Timur.

Surat tersebut ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah.

Identitas dan Ciri-ciri Tersangka

Berdasarkan data Polres Pasuruan, berikut identitas kedua tersangka:

1. Komaruddin

Lahir: Pasuruan, 5 September 1997

Alamat: Dusun Sadan Tengah RT 003 RW 003, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan

Ciri-ciri: Tinggi badan 167 cm, rambut hitam, kulit sawo matang

2. Samsul Arifin

Lahir: Pasuruan, 15 Desember 1990

Alamat: Dusun Kekali RT 003 RW 002, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan

Ciri-ciri: Tinggi badan 167 cm, rambut hitam, kulit sawo matang, bertato di lengan kanan

Kuasa hukum pelapor BRN Jawa Timur, Dodik Firmansyah, mengapresiasi langkah Satreskrim Polres Pasuruan yang telah menerbitkan DPO terhadap kedua tersangka.

“Lebih baik dua orang DPO tersebut menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum di Polres Pasuruan. Karena setelah ditetapkan DPO, seluruh jajaran Kepolisian akan mencari dan menangkapnya,” ujar Dodik, Rabu (18/2/2026).

Kronologi Singkat Kejadian

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 WIB, di jalan masuk Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa bermula saat anggota BRN Jawa Timur mendatangi lokasi untuk mengambil satu unit kendaraan Toyota Innova Reborn yang sebelumnya disewa oleh seseorang bernama Kiki dari rental milik anggota BRN, H. Faisol. Setelah masa sewa berakhir, kendaraan tidak dikembalikan dan penyewa tidak dapat dihubungi.

Melalui pelacakan GPS, kendaraan diketahui berada di wilayah Pasuruan. Saat ditemukan di Desa Kalirejo dan dikendarai oleh Ali Ahmad, anggota BRN berupaya menghentikan kendaraan dan meminta pengemudi keluar secara baik-baik.

Namun, situasi memanas setelah Ali Ahmad diduga menghubungi rekannya. Tak lama kemudian, puluhan massa yang diduga dari Ormas SAKERA datang ke lokasi. Ali Ahmad kemudian membuang kunci mobil ke area persawahan.

Kericuhan pun terjadi. Sejumlah anggota BRN dilaporkan menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, setidaknya tujuh unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

H. Faisol mengaku situasi saat itu sangat mencekam.
“Situasi saat itu sangat panas. Saya ditawur oleh banyak orang. Bahkan ada yang mengancam dengan clurit dan bondet,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar 30 menit kemudian, anggota Polsek Sukorejo tiba di lokasi. Namun, menurutnya, situasi kekerasan masih sempat berlangsung.

Jeratan Hukum

Kedua tersangka dijerat dengan dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP atau Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Polres Pasuruan saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap kedua tersangka dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Lawan Kapal Trawl Diduga Langgar Undang-Undang Perikanan, 37 Nelayan Desa Raja Bejamu Rohil & 4 Wartawan: 12 Diperiksa, 4 Jadi Tersangka!”
Satresnarkoba Polres Batu Bara ungkap kasus peredaran narkotika di Sei Balai, diamankan pelaku dan barang bukti 16,99 gram sabu
Wartawan Dihalangi dan KTA Ditahan, Dugaan Modus Penipuan Pegadaian Diduga Sengaja Tutupi Fakta Pelunasan
Polsek Tamalate Datangi TKP Pengancaman Dengan Parang di Jl. Manuruki 2 Lorong 1 Kel. Manuruki.
Proses Hukum di Kepolisian Resor Pasuruan Kota Dinilai Bobrok, Kasus Dugaan Bandar Judi Togel Bertentangan Dengan Fakta di Lapangan
Komitmen Polsek Bosar Maligas Berantas Narkoba: Bandar Licin Dikejar Sampai Perladangan, Akhirnya Tertangkap!
Pemalsuan Tanda Tangan dan Dugaan Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Media, Siapa yang Akan Menjaga Integritas Pers?
Eksekutor Brankas Sidoarjo Ditangkap, Korban Desak Polisi Bongkar Jaringan Penadah dan Kejar Aset

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:51 WIB

LAPAS KELAS IIB MUARA BULIAN MELAKSANAKAN KEGIATAN PISAH SAMBUT PEJABAT STRUKTURAL

Jumat, 17 April 2026 - 15:19 WIB

Sumur Minyak Ilegal Driling Batanghari Menuai Sorotan Masyarakat, Di Duga Kebal Hukum 

Jumat, 17 April 2026 - 11:35 WIB

Ketua Pewarta Polrestabes Medan Gelar Jumat Barokah, Silaturahmi Jalan Terus

Kamis, 16 April 2026 - 13:31 WIB

WARGA DESA AUR BERDURI ,GEGER PENEMUAN MAYAT LAKI – LAKI DI RUAS JALAN PT SESRA LAMA 

Kamis, 16 April 2026 - 06:44 WIB

Sebentar Lagi Kodim 0203/Langkat Bersinergi Dengan Pemkab Wujudkan Pembangunan di Wilayah Gebang

Rabu, 15 April 2026 - 09:25 WIB

Kasus 58 Kg Narkoba: Sanksi Oknum, Bukan Copot Kapolda Jambi

Senin, 13 April 2026 - 17:13 WIB

DEMI DAPUR ,WARGA RELA MENUNGGU GAS MELON BERJAM- JAM DI SPBU PAL3 MUARA BULIAN

Senin, 13 April 2026 - 04:54 WIB

Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan Minta BPK RI Periksa menyeluruh Laporan Keuangan Pemda Batang Hari Tahun 2025.

Berita Terbaru