Medan,
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pelayanan keimigĥĝrasian di Kota Medan dipastikan tetap berjalan normal.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Polonia Medan Rudha Sah Putra kepada wartawan di ruang kerjanya di Jalan Mangkubumi, Medan, Jumat (13/03/2026).
Dalam kesemoatan tersebut, ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak terjadi lonjakan signifikan dalam permohonan paspor menjelang Lebaran.
Hal ini karena masyarakat umumnya sudah mengajukan permohonan sejak jauh hari sebelum memasuki masa libur.
“Secara umum tidak ada perkembangan yang terlalu signifikan. Masyarakat sudah jauh-jauh hari mengetahui jadwal libur bersama maupun program pemerintah seperti WFA, sehingga permohonan paspor sudah banyak diselesaikan sekitar satu minggu sebelum Lebaran,” ujar Ridha.
Meski demikian, Kantor Imigrasi Polonia Medan tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal, termasuk pada beberapa tanggal yang sebenarnya masuk dalam program Work From Anywhere (WFA).
Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 16–17 Maret serta 25–27 Maret, pelayanan di kantor tetap dibuka seperti biasa.
“Walaupun pada tanggal tersebut merupakan jadwal WFA, kantor tetap buka dan pelayanan tetap berjalan normal. Kami tetap melayani masyarakat yang mengajukan permohonan paspor,” jelas Ridha.
Dengan sistem pelayanan yang telah dipersiapkan sejak awal, seluruh permohonan paspor yang masuk dapat ditangani dengan baik.
“Rata-rata di Kantor Imigrasi Polonia tidak ada lonjakan signifikan. Semua berjalan normal dan semua permohonan masyarakat bisa kita layani,” tambahnya.
Ridha juga mengungkapkan rencana pembukaan layanan baru setelah Lebaran.
Kantor Imigrasi Polonia Medan akan melakukan soft launching layanan Immigration Lounge yang berlokasi di Mall Cambridge Medan.
“Setelah Lebaran nanti kemungkinan kita akan melakukan soft launching Immigration Lounge di Mall Cambridge, tepatnya di lantai paling atas, di samping bioskop,” katanya.
Pada tahap awal, layanan tersebut akan membuka kuota terbatas sekitar 50 hingga 100 permohonan paspor setiap harinya sebagai tahap uji coba operasional.
“Nanti kita coba buka dulu kuota sekitar 50 sampai 100 permohonan per hari. Kalau sudah berjalan lancar, baru kita lakukan grand opening,” jelasnya.
Sementara itu, terkait pelayanan khusus selama Ramadan, ia menegaskan bahwa tidak ada program layanan tambahan.
Seluruh pelayanan tetap berjalan dengan sistem yang sama seperti hari-hari biasa.
“Untuk Ramadan ini tidak ada layanan spesial. Pelayanan tetap berjalan normal seperti biasanya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap praktik percaloan dalam pengurusan paspor.
Menurutnya, proses permohonan paspor sangat mudah dilakukan sendiri tanpa melalui pihak ketiga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurus sendiri permohonan paspornya. Mulai dari pendaftaran sampai selesai bisa dilakukan sendiri. Jangan mudah tergoda rayuan pihak-pihak yang menawarkan jasa dengan biaya tertentu,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika masyarakat tidak mendapatkan kuota antrean secara online, masih ada peluang untuk dilayani melalui kuota walk-in.
“Kalau tidak mendapatkan kuota antrean, silakan datang langsung ke kantor. Selama kuota walk-in masih tersedia, hari itu juga pasti kami layani,” pungkas Ridha.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Kantor Imigrasi Polonia Medan memastikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat tetap berjalan optimal menjelang Hari Raya Idul Fitri.(AVID)





































