Nasional detikcom, Ketua PCNU Kabupaten Batanghari Ustadz ANDRI.S.P menghadiri kegiatan Penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ummul Masakin, Desa Pulau Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini di selengarakan atas kerjama sama PWIPNU dan PWIPPNU propinsi Jambi dgn kakanwil HAM provinsi jambi dan kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh para santri, pengasuh pesantren, serta berbagai unsur masyarakat.
Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah HAM Provinsi Jambi, Pak Sukiman SH.MH yang memberikan pemaparan penting terkait implementasi nilai-nilai HAM di lingkungan pendidikan, khususnya di pondok pesantren. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa pemahaman HAM tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama, melainkan sejalan dalam menjaga martabat manusia, keadilan, dan kehidupan yang harmonis.
Ketua PCNU Kabupaten Batanghari ANDRI.SP dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. “Pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Penguatan HAM ini penting agar para santri tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia serta menghargai sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ummul masakin ,ustadz Nizomudin dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, khususnya Ketua PCNU Batanghari dan Kepala Kanwil HAM Provinsi Jambi. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran bersama terkait pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia di lingkungan pesantren.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh santri dan pengelola pesantren dapat semakin memahami pentingnya menjaga hak dan kewajiban masing-masing. Pondok pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter yang menghargai nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak yayasan berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, bebas dari segala bentuk kekerasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Kegiatan ini diisi dengan sosialisasi, dialog interaktif, serta sesi tanya jawab yang melibatkan para santri dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan terkait praktik HAM dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Pondok Pesantren Ummul Masakin dapat menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai HAM di lingkungan pendidikan keagamaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan kehidupan yang adil, beradab, dan bermartabat.





































