Kabanjahe, Tanah Karo Nasionaldetik.com
Ribuan jamaah Masjid Agung Kabupaten Karo melaksanakan seluruh rangkaian shalat id Idul Fitri 1447 H/ 2026 M dengan tertib dan kekhusukan, Sabtu (21/03/2026). Jamaah memadati di seluruh lokasi mulai dari lantai dasar, lantai 2 dan 3 sampai ke tenda di halaman Masjid Agung Karo, Jalan veteran, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bertindak sebagai Pelaksana Imam ustad Mhd. Yusuf Qordowi dan pelaksana khatib Ustadz Ahmad Yani Sinaga, M.Kom.I, dengan tema “Tiga Kelompok Orang Yang Tidak Ampunan pada 1 Syawal”.
Dalam khutbahnya Ustadz Ahmad Yani Sinaga, M.Kom.I, mengatakan bahwa momen lebaran hari raya Idul Fitri dimaknai sebagai kembali ke fitrah atau kesucian, berbakti kepada orang tua, saling memaafkan dan memperbaiki silaturahmi antara suami, istri, anak, saudara dan antar sesama. Memulai lembaran baru dengan hati yang bersih agar menjadi golongan orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.
“ Hari ini Idul Fitri, penuh dengan kegembiraan dan bercampur dengan kesedihan. Bergembira karena kita kembali suci dari noda, menang melawan hawa nafsu sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Namun sedih karena tidak dapat berjabat tangan memohon maaf kepada orang tua dan orang yang dicintai lainnya karena telah meninggal dunia, semoga dengan bertakbir, tasbih dan tahmid dapat menghapus kesedihan”, kata Ustadz Yani.
“ Rasulullah SAW telah mengaminkan do’a malaikat Jibril AS, bahwa 3 kelompok orang yang tidak diampuni pada hari 1 Syawal, tidak diterima shalat, puasa, sedekah dan zakatnya, yaitu pertama bagi orang yang durhaka kepada orang tuanya, kedua istri yang durhaka kepada suaminya dan ketiga bagi orang yang memutuskan tali silaturahim. Untuk itu mari kita berbakti kepada orang tua, istri berbakti kepada suami, saling memaafkan dan menjalin silaturahim dengan saling mengunjungi saudara mulai Syawal ini, agar tergolong orang yang bertaqwa kepada Allah SWT”, lanjutnya.
Ustadz Ahmad Yani Sinaga, M.Kom.I, menambahkan bahwa, “ tiga ciri orang yang bertaqwa, pertama bersedekah dikala lapang dan dikala sempit, kedua mampu menahan amarah, yang ketiga mudah memaafkan kesalahan orang lain dan memperbaiki silaturahim”.
Sementara itu Ketua Ketua Bkm Masjid Agung Kabupaten Karo Aswin Ginting, SE mengapresiasi seluruh panitia Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H sehingga seluruh rangkaian kegiatan telah berjalan dengan baik. Mengajak para jamaah untuk saling memaafkan lahir dan bathin. Menjadikan lebaran untuk meningkatkan silaturahmi, hubungan antar sesama dengan memperkuat persatuan. Kebersamaan di tengah berbagai tantangan bangsa. Selain itu bersama berdoa untuk perdamaian di Timur Tengah.
“Mari bersama menguatkan kembali silaturahmi dan menguatkan kembali persaudaraan atau ukhuwah yang mungkin sempat renggang”, kata Aswin Ginting.
“Momen Idul Fitri tahun ini untuk bersama mendoakan perdamaian atas situasi konflik di Timur tengah, agar kiranya perang Iran dengan Amerika-Israel segera berakhir. Berharap perdamaian dunia serta keselamatan bagi para warga sipil, demikian juga WNI maupun jamaah umroh agar dapat kembali ke tanah air dengan selamat”, tutup Aswin Ginting.
Sumber: Surya Rambe
Editor: Nur Kennan Tarigan





































