KUTACANE, – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Tenggara menggelar silaturahmi dan halalbihalal sebagai momentum penguatan internal partai. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPW Partai Aceh Aceh Tenggara, Yahdi Hasan Ramud, menegaskan bahwa soliditas kader merupakan kunci utama dalam memperjuangkan aspirasi dan martabat rakyat Aceh.

Yahdi Hasan, yang juga merupakan anggota DPR Aceh, menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran, melainkan langkah strategis untuk memastikan barisan partai tetap kokoh di tengah dinamika politik yang berkembang.
”Kekuatan kita bukan pada individu, tetapi pada persatuan. Jika kita terpecah, kita lemah. Tapi jika kita bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkan kita dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh,” ujar Yahdi di hadapan para kader, Senin (23/3/2026).

Ia mengingatkan para kader untuk menginternalisasi nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang diperoleh selama bulan Ramadhan ke dalam kerja-kerja politik. Menurut Yahdi, Partai Aceh harus menjauhkan diri dari praktik politik kepentingan sempit dan fokus pada politik pengabdian.
Sebagai wakil rakyat di parlemen Aceh, Yahdi berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah, terutama terkait distribusi anggaran. Ia menekankan bahwa setiap program pembangunan harus dipastikan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat bawah.
”Kami di DPR Aceh tidak akan tinggal diam. Kami mengawal anggaran agar tidak salah arah. Tidak boleh ada rakyat Aceh yang ditinggalkan dalam proses pembangunan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Yahdi juga menyoroti kondisi sosial di Aceh Tenggara, khususnya terkait warga yang terdampak bencana alam. Ia menyerukan kepada seluruh perangkat partai untuk hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar memberikan janji-janji lisan.
”Kepercayaan rakyat bukan sesuatu yang datang begitu saja. Itu harus dijaga dengan kerja nyata, kejujuran, dan keberanian mengambil sikap,” tambah Yahdi.
Menutup arahannya, Yahdi Hasan mengajak seluruh elemen Partai Aceh untuk merapatkan barisan menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Ia optimis bahwa dengan komitmen yang kuat, cita-cita mewujudkan Aceh yang maju, sejahtera, dan bermartabat berlandaskan nilai-nilai keislaman dapat tercapai.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh kader dan masyarakat Aceh Tenggara, menandai semangat baru dalam perjuangan politik partai ke depan.
SF





































