Kutacane – Semangat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan tidak luntur oleh cuaca. Hal ini ditunjukkan oleh Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry ,SE,Mm, yang tetap hadir melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Syifaul Qulub, Desa Simpang Empat, Kecamatan Lawe Bulan, meski hujan mengguyur wilayah tersebut, Minggu malam, 22/2/2026.
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Sepakat Segenep ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke Lima di Masjid Masjid Mayarakat untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fakhry tampak didampingi oleh jajaran pejabat teras, di antaranya:
Sekda Aceh Tenggara, Yusrizal, ST, MT.
Anggota DPRK Aceh Tenggara, Dian Reza Pahlevi dari Partai Golkar
Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Kepala BPKD H.Syukur Selamat Karo karo , Kaban Kesbangpol, serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.
Kepala UPTD Masjid At-Taqwa serta para Camat dari wilayah Lawe Bulan, Darul Hasanah, dan Tanoh Alas.
Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Bupati Fakhry mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana penggugur dosa. Beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup melalui konsep Hablum Minallah dan Hablum Minannas.

”Di bulan yang penuh pengampunan ini, mari kita perbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta, sekaligus memperkuat hubungan personal antara pimpinan dengan rakyatnya. Inilah esensi dari Hablum Minannas yang sesungguhnya,” ujar Fakhry.
Beliau juga berpesan agar masyarakat terus meningkatkan kesabaran dan kedermawanan melalui infak dan sedekah. “Dengan bersabar dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, insyaallah pintu maaf dan ampunan Allah akan terbuka lebar bagi kita semua.”
Melalui Kunjungan ini, Bupati berharap agar suasana kondusif, religius, dan penuh kekeluargaan terus terjaga di Aceh Tenggara. Beliau juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat bahu-membahu mendukung program pembangunan daerah, sehingga keberkahan Ramadan tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan sosial bagi seluruh warga.
(SF)





































