Nasionaldetik.com – Lampung Selatan – Perubahan sederhana di Dusun Kenyayan Bawah, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, menjadi gambaran nyata semangat Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul).
Lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah kini berubah menjadi taman dan ruang berkumpul warga. Perubahan tersebut dilakukan melalui inisiatif masyarakat dan gotong royong.
Hal itu mendapat apresiasi dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama saat menghadiri kegiatan Malam Kamisan, Rabu malam (2/9/2026).
Egi melihat langsung kondisi taman yang dibangun warga tersebut. Menurutnya, perubahan itu menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari program besar.
“Hari ini saya dengar ini pertemuan Malam Kamisan yang keenam. Ini transformatif sekali. Tempatnya bagus, inisiasi ide-idenya keren, gotong royong,” ujar Egi.
Ia mengaku terkesan melihat lokasi yang sebelumnya menjadi tempat sampah kini berubah menjadi ruang yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini awalnya dari tempat sampah, kemudian diubah menjadi tempat yang seperti ini. Ini sangat luar biasa. Jadi, taman ini menjadi HELAU,” katanya.
Menurut Egi, keberhasilan tersebut menunjukkan kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan. Sebab, perubahan dilakukan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan hasilnya kembali dirasakan masyarakat.
“Jadi terasa ya sekarang, dari kita untuk kita. Hasil gotong royong ini,” ucapnya.
Minta Penerangan Ditambah
Untuk mendukung pemanfaatan taman, Egi meminta Camat Bakauheni membantu melengkapi sejumlah fasilitas, terutama penerangan.
Ia mendorong agar pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan PLN sehingga taman tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk pada malam hari saat warga menggelar berbagai kegiatan.
Selain mendorong perubahan lingkungan, Egi juga mengajak masyarakat untuk mengenali potensi diri masing-masing.
“Kita harus cari tahu apa kelebihan diri kita masing-masing. Kelebihan yang bisa menjadi daya ungkit,” tuturnya.
Ia berharap potensi yang dimiliki masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.
Egi juga mengajak warga memiliki rasa bangga terhadap Lampung Selatan yang dinilainya memiliki kekayaan alam dan potensi besar.
“Lampung Selatan itu diciptakan saat Tuhan tersenyum. Lampung Selatan ini indah, Lampung Selatan ini banyak kekayaan,” katanya.
Ia berharap semangat yang tumbuh di Dusun Kenyayan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan Desa HELAU.
“Saya ingin masyarakat saya menjadi dirinya sendiri, bangga terhadap dirinya sendiri, bangga terhadap wilayahnya sendiri, sehingga kita akan semakin kompak, kita akan semakin solid. Maka akan tercipta gerakan bersama nanti,” pungkasnya.
Perubahan Dusun Kenyayan Bawah membuktikan bahwa semangat membangun daerah bisa dimulai dari langkah sederhana. Bekas tempat sampah menjadi taman, gotong royong menjadi kekuatan, dan kebersamaan menjadi bagian dari wajah Desa HELAU. (Mail)





































