Dairi, Nasionaldettik.com
– Komoditas gambir yang selama ini dikenal banyak dihasilkan dari Kabupaten Pakpak Bharat ternyata juga dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Dairi. Hal itu terungkap saat Babinsa Koramil 03/Parongil Kodim 0206/Dairi, Serma Tumpal Padang, melaksanakan patroli wilayah desa binaan dan menyempatkan diri singgah di ladang gambir milik petani muda di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Sabtu (14/3/2026).
Di sebuah gubuk sederhana di tengah ladang, Serma Tumpal Padang berbincang hangat dengan seorang petani milenial bermarga Sihaloho (25). Pertemuan itu menjadi momen menarik, karena selain berdiskusi tentang kondisi pertanian di desa, Babinsa juga belajar langsung proses pembuatan gambir yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat di wilayah tersebut.
Sihaloho bersama adiknya kemudian memperlihatkan dapur produksi gambir tradisional milik keluarga mereka. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan gambir dimulai dari memanen daun dan ranting muda tanaman gambir, kemudian dipadatkan ke dalam keranjang khusus. Selanjutnya daun direbus dalam kawah besar selama sekitar satu hingga dua jam hingga layu dan sari getahnya keluar.
Setelah direbus, daun yang telah matang diikat lalu diperas menggunakan alat tekan atau dongkrak untuk mengeluarkan getah berwarna kuning kecokelatan. Getah tersebut kemudian disaring dan diendapkan selama beberapa jam hingga mengental. Endapan getah selanjutnya dicetak dalam berbagai bentuk, seperti balok kecil atau koin, sebelum akhirnya dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering dan siap dipasarkan.
Sihaloho juga mengungkapkan bahwa saat ini harga gambir yang ia jual berkisar Rp6.500 per biji, tergantung ukuran besar atau kecilnya. Hasil produksi tersebut biasanya dijual langsung ke pusat Pasar Sidikalang. Sementara itu, Danramil 03/Parongil Kapten Inf Hernandez melalui Babinsa menyampaikan bahwa kegiatan patroli wilayah tidak hanya untuk memantau keamanan desa, tetapi juga menjadi sarana menjalin komunikasi dengan masyarakat serta mengenal potensi ekonomi lokal yang dapat mendukung kesejahteraan warga.
Sumber: Prajurit Pena
(Nur Kennan Tarigan)





































