LHKPN Kajari Karo Bernilai Minus, Muncul Gerakan Donasi dari Elemen Masyarakat

Nur Kennan Br Tarigan

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:59 WIB

50113 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Karo, Nasionaldetik.com

– Polemik dugaan pemblokiran WhatsApp terhadap jurnalis oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Karo terus bergulir dan memicu perhatian publik.
Peristiwa ini bermula ketika sejumlah jurnalis mencoba melakukan konfirmasi terkait laporan LHKPN Kajari Karo yang diketahui menunjukkan nilai kekayaan bersih minus sekitar Rp140 juta.
Namun alih-alih memberikan klarifikasi, beberapa jurnalis justru mengaku nomor WhatsApp mereka diblokir setelah mengirimkan pertanyaan terkait laporan kekayaan tersebut.
Situasi ini kemudian memunculkan kritik dari berbagai elemen masyarakat yang menilai bahwa pejabat publik seharusnya terbuka terhadap pertanyaan pers, terlebih menyangkut laporan harta kekayaan yang merupakan kewajiban transparansi pejabat negara.
Menariknya, reaksi masyarakat justru berkembang menjadi bentuk kritik sosial yang unik. Beberapa elemen masyarakat di Kabupaten Karo kini berencana melakukan gerakan donasi terbuka untuk Kajari Karo.
Salah satu perwakilan elemen masyarakat menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk sindiran sekaligus kepedulian.
“Jika berdasarkan LHKPN nilai kekayaan bersih beliau minus sekitar 140 juta rupiah, maka secara logika berarti beliau memiliki hutang sebesar itu. Dengan kondisi tersebut, muncul gagasan dari masyarakat untuk melakukan donasi guna membantu kondisi keuangan Kajari Kabupaten Karo,” ujar salah satu inisiator gerakan tersebut.
Menurut mereka, langkah ini juga merupakan bentuk kritik terhadap sikap pejabat publik yang dinilai tidak responsif terhadap pertanyaan jurnalis.
Gerakan donasi ini direncanakan akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat sipil sebagai simbol kontrol sosial terhadap pejabat negara.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar polemik ini menjadi momentum untuk memperkuat prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan pejabat publik terhadap media.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pemblokiran WhatsApp jurnalis maupun tanggapan atas rencana gerakan donasi dari masyarakat tersebut.

(Nur Kennan Tarigan)

Berita Terkait

Masih Suasana Lebaran, Bhabinkamtibmas Polres Tanah Karo Sambangi Masjid Pererat Silaturahmi Dengan Warga
Polsek Barusjahe dan Warga Gotong Royong Rawat Jembatan Lau Basam
Laporan Kemacetan Tetap Ditindak Lanjuti, Respons Cepat Polisi di Jalur Merek–Sidikalang
Bupati Karo Sambut Kapolda Sumut Lakukan Peninjauan OPS Ketupat Toba 2026, Pastikan Pengamanan Lebaran Berjalan Maksimal
Kapolda Sumut Sapa Warga di Mikie Holiday, Kehangatan Polisi di Tengah Pengamanan Lebaran
Kapolda Sumut Tinjau Langsung Ops Ketupat Toba 2026 di Berastagi, Pastikan Pengamanan Lebaran Berjalan Maksimal
Operasi Ketupat Toba 2026 – Jangan Lengah, Jaga Barang Anda
Rutan Kabanjahe Laksanakan Rapat Dinas Guna Perkuat Integritas, Kredibilitas Dan Persiapan HBP Tahun 2026

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:14 WIB

Danrem 051/Wkt Pimpin Sertijab Dua Dandim di Depok

Jumat, 10 April 2026 - 10:51 WIB

Ketua Pemuda Tangsel Bersatu Aprilyandi, Serukan Anti Anarkis Pelajar dan Gen Z Jaga Kebersamaan

Jumat, 10 April 2026 - 10:31 WIB

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:50 WIB

Patroli KRYD Polsek Karawaci di Kencarkan,Kejahatan Jalan dan Rumsong Jadi Sasaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:16 WIB

Relawan Jurpala & Kosmi Konsisten Bantu Pemudik

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:13 WIB

DPW IWO -I Banten Bangun Konsolidasi bersama DPD IWO-I Pandeglang Perkuat Solidaritas Antar Pengurus

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:58 WIB

Jawara Mudik 2026: BKKBN Banten Hadirkan Layanan untuk Pemudik

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:12 WIB

Pasca Lebaran Kejari Kabupaten Tangerang Akan Digedor Massa: Kasus PNKR yang Menggantung Memicu Gelombang Tekanan Publik

Berita Terbaru